logo rilis
Hari Buruh, AHY Soroti Maraknya PHK di Tengah Pandemi Corona
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
01 Mei 2020, 16:18 WIB
Hari Buruh, AHY Soroti Maraknya PHK di Tengah Pandemi Corona
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan ucapan selamat Hari Buruh Internasional kepada para buruh yang saat ini memperingatinya di tengah pandemi virus corona atau COVID-19. 

Ucapan selamat itu disampaikan AHY melalui akun media sosial Twitter miliknya, @agusyudhoyono, yang dilihat RILIS.ID pada Jumat (1/5/2020). 

"Selamat Hari Buruh untuk kawan-kawan buruh dan pekerja Indonesia," kata AHY. 

Putra sulung Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu kemudian menyoroti terkait maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) di masa pandemi COVID-19. 

Dia mengaku, terus mengikuti terkait perkembangan para buruh du tengah krisis saat ini, termasuk para pekerja yang kena PHK dan dirumahkan. 

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, ada sekitar 2,8 juta pekerja formal dan informal yang dirumahkan dan maupun PHK. 

"Saya memiliki concern terkait maraknya PHK di tengah wabah COVID-19," ujar AHY. 

Sebelum pandemi COVID-19, kata AHY, isu ketenagakerjaan juga masih menyisakan permasalahan terkait hak-hak buruh.

AHY juga menyinggung soal Kartu Prakerja yang menjadi program pemerintah dengan anggaran sebesar Rp5,6 triliun. Mestinya, kata dia, dana tersebut dialokasikan untuk bantuan langsung pada para buruh dan pekerja yang terdampak?. 

"Demikian pula RUU Cipta Kerja yang menimbulkan kontroversi. Sejak awal kami mendesak penundaan pembahasan RUU ini, agar konsentrasi pemerintah dalam penanganan pandemi tidak terpecah. Saat dibahas kembali nanti, kami mendorong pelibatan komunitas serikat pekerja, mereka adalah pihak yang terdampak langsung," ungkapnya. 

AHY menegaskan, dirinya konsisten memprioritaskan tenaga kerja nasional untuk mengisi lapangan kerja seluas-luasnya. Menurutnya, kesempatan harus diberikan kepada para tenaga kerja untuk menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. 

"Jalan perjuangan pemenuhan hak-hak buruh memang masih panjang. Kami akan terus hadir dan memperjuangkan hak-hak dasar para buruh dan pekerja sesuai dgn kewajiban dan tanggung jawabnya," tandasnya.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID