Haedar Nashir: Muslim yang Menghindari Corona Bukan Hilang Iman! - RILIS.ID
Haedar Nashir: Muslim yang Menghindari Corona Bukan Hilang Iman!
Zulhamdi Yahmin
Jumat | 24/04/2020 20.30 WIB
Haedar Nashir: Muslim yang Menghindari Corona Bukan Hilang Iman!
FOTO: Antara

RILIS.ID, Jakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir, mengatakan, ada narasi yang dibangun segelintir elemen masyarakat yang menyebutkan orang beriman agar tidak takut pada virus corona.

Padahal, menurut dia, narasi itu bukan menjadikan Islam sebagai agama yang mencerahkan, tetapi justru menggelapkan kehidupan.

Haedar menegaskan, setiap Muslim dengan iman dan takwa kuat yang menghindari penyakit dan wabah mematikan itu bukan karena hilang iman.

"Akan tetapi, itu ikhtiar agar tidak terkena, tidak tertular. Sementara yang sudah terkena bisa kita hadapi bersama. Islam memberi jalan keluar," kata Haedar dalam pengajian online yang dipantau dari Jakarta, Jumat (24/4/2020). 

Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu mengatakan, Islam sebagai agama yang mencerahkan dan membawa dari kegelapan menuju cahaya harus bisa diwujudkan umatnya. Salah satunya, kata dia, dengan ikut memberi solusi mengatasi pandemi COVID-19, bukan justru menambah persoalan.

"Maka kita bisa melihat bahwa Islam itu harus memberi solusi, memberi pemecahan dan Islam harus menjadi penerang. Jadikan Islam sebagai solusi, lebih-lebih saat darurat bukan malah menambah masalah," ujarnya. 

Haedar menilai, salah satu solusi nyata Muslim dalam mewujudkan Islam sebagai agama pencerahan adalah dengan menahan diri di masa wabah COVID-19 untuk tidak beribadah secara kolektif di rumah ibadah untuk sementara waktu.

"Harus memberi solusi di tengah musibah, lalu ibadahnya tetap tapi dengan mencegah rantai penularan, kita mengikuti protokol kesehatan," tegasnya.

Menurut dia, dengan tidak beribadah di masjid pada bulan Ramadhan ini dan untuk sementara waktu bukan berarti tidak menjalankan perintah agama. Namun, tetap beribadah hanya caranya saja yang berbeda.

Imbauan tidak beribadah di masjid, kata dia, bukan merupakan upaya menyebar paranoid atau ketakutan berlebihan terhadap virus corona jenis baru SARS-CoV-2 tersebut. 


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID