Hadapi Mudik Lebaran, Jalan Tol Setengah Jadi Bakal Difungsikan - RILIS.ID
Hadapi Mudik Lebaran, Jalan Tol Setengah Jadi Bakal Difungsikan

Senin | 29/05/2017 13.43 WIB
Hadapi Mudik Lebaran, Jalan Tol Setengah Jadi Bakal Difungsikan
Ilustrasi Tol Semarang-Ngawi yang belum rampung termasuk yang akan dioeparasikan selama mudik Lebaran. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Sejumlah jalan tol yang belum rampung akan digunakan untuk mudik 2017. Menurut Direktur Utama Waskita Karya M Choliq di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (29/5/2017), ruas jalan yang tol yang dibuka fungsional adalah di Tol Trans Jawa yaitu Pemalang-Batang, Batang-Semarang, serta sebagian ruas Semarang-Solo, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Surabaya-Mojokerto dan Gempol-Pasuruan.

Untuk ruas jalan Trans Sumatera yang dibuka adalah ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Medan-Binjai, Palembang-Indralaya, dan Bakauheni-Terbanggi Besar. Kemudian untuk perkembangan proyek lainnya adalah kereta cepat Jakarta-Bandung dengan total nilai proyek Rp80 triliun sepanjang 143 kilometer, saat ini pembebasan lahan sudah mencapai 53 persen. Pendanaan dari China Development Bank 4,5 miliar dolar AS pada 14 Mei sudah ditandatangani China.

"PT Waskita Karya membangun proyek LRT di Palembang dengan nilai investasi Rp9,8 triliun dengan panjang trase 23,4 km dimulai dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badarudin II hingga Stadion Jaka Baring Palembang. Perkembangannya hingga saat ini pengerjaan LRT mencapai 39,36 persen.

Sedangkan untuk Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) LRT proyeknya dibangun oleh PT Adhi Karya dengan nilai kontrak Rp23,4 triliun hingga Mei 2017. Perkembangannya hingga saat ini mencapai 15 persen.

Sementara itu, untuk perkembangan holding, Deputi Bidang Usaha Konstruksi, Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pontas Tambunan mengatakan proses holding bidang konstruksi dan perumahan sudah sampai tahap legalisasi.

"Yang siap itu dua yaitu konstruksi dan perumahan, saya bagi dua tahap. Pertama persiapan perusahaan itu sendiri, misal kajian sosialisasi, termasuk juga persiapan organisasi untuk konstruksi dan perumahan harus sudah siap. Saat ini tahap proses hukumnya," kata Pontas.

Ia melanjutkan untuk holding maritim masih menyelesaikan proses kajian. Latar belakang holding di bidang infrastruktur dan perhubungan adalah karena pemerintah menargetkan percepatan infrastruktur di Indonesia guna mengurangi ketimpangan ekonomi akibat tidak meratanya kualitas infrastruktur karena tingginya biaya logistik dan material.

Secara umum, pembangunan infrastruktur di Indonesia masih mengalami banyak kendala seperti masalah pembebasan lahan, perizinan dan sumber dana yang masih terbatas.


Tags
#mudik lebaran
#tol
#holding maritim
#holding infrastruktur
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID