logo rilis
Hadapi Arus Balik, Satgas Sediakan 370 Ribu Alat Antigen di Pelabuhan Bakauheni Lampung
Kontributor
Segan Simanjuntak
15 Mei 2021, 14:30 WIB
Hadapi Arus Balik, Satgas Sediakan 370 Ribu Alat Antigen di Pelabuhan Bakauheni Lampung
Ilustrasi pemeriksaan swab test bagi pelakukan perjalanan.

RILIS.ID, Jakarta— Untuk menghadapi mobilitas masyarakat yang akan melakukan arus balik lebaran, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 telah menyediakan 370 ribu alat rapid test antigen di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan penyediaan 370 ribu alat antigen untuk memastikan kesehatan para pelaku perjalanan yang hendak masuk ke Pulau Jawa.

Karena menurutnya, ada 440 ribu lebih masyarakat yang masuk ke Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Banten pada libur lebaran beberapa hari lalu.

”Ada stok 50 ribu (alat rapid test antigen) di BPKP, milik Dinas Kesehatan Lampung sebanyak 12 ribu sudah terdistribusi, dan 200 ribu sedang dalam pelayaran dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni,” kata Doni dalam konferensi pers yang ditayangkan di kanal YouTube BNPB Indonesia, Sabtu (15/5/2021).

”Jadi kami yakin dengan jumlah tersebut akan bisa memadai,” lanjut kepala BNPB ini.

Lebih lanjut Doni memaparkan bahwa petugas pemeriksaan antigen akan dikerahkan dari pemerintah daerah dan akan diperkuat oleh pusat.

”Kemudian mengoptimalkan seluruh kapal ferry yang ada sebanyak 69 unit dan tujuh dermaga diminta beroperasi full. Kemudian logistik yang ada pos-pos pemeriksaan, baik yang ada di ruas jalan tol maupun non-tol,” ungkapnya.

Selain itu, masih kata Doni, pihaknya juga telah memastikan ketersediaan tempat isolasi bagi masyarakat yang reaktif corona setelah menjalani pemeriksaan rapid test antigen.

”Memastikan tempat isolasi, jadi mereka yang reaktif setelah diperiksa dengan swab antigen, maka dibawa ke ruang isolasi. Nah di sini Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiapkan beberapa fasilitas, yaitu wisma dan rusun,” tambahnya.

Jika tempat isolasi masih kurang, pihaknya juga akan menyiapkan hotel atau losmen yang tersedia di wilayah Lampung dan sekitarnya.

”Kemudian mana kala dari pelaku perjalanan mengalami gejala dan merupakan kelompok rentan, maka harus dirawat di rumah sakit. Dan Dinas Kesehatan telah menginstruksikan seluruh RS di Lampung untuk menyiapkan diri mana kala ada peningkatan pasien covid,” pungkasnya. (*)


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID