logo rilis
Habib Luthfi jadi Wantimpres, Jokowi Pamer Ulama jadi Penasihatnya?
Kontributor
Nailin In Saroh
15 Desember 2019, 16:03 WIB
Habib Luthfi jadi Wantimpres, Jokowi Pamer Ulama jadi Penasihatnya?
Habib Luthfi bin Yahya saat dilantik sebagai wantimpres, Jumat (13/12/2019).

RILIS.ID, Jakarta— Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya atau Habib Luthfi ditunjuk menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2019-2024. Habib Luthfi menjadi Wantimpres dari kalangan ulama yang dilantik di Istana Negara, Jumat (13/12/2019).

Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin, menerima wajar jika Presiden Jokowi menetapkan Habib Lutfi sebagai salah satu anggota dewan pertimbangan Presiden (Watimpres). Sebabnya, kata dia, Habib Lutfi bersama kalangan kaum Nahdliyin memang sejak awal dibarisan Jokowi-Ma'ruf.

"Wajar kalau Habib Lutfi menjadi Wantimpres," kata Ujang kepada wartawan di Jakarta, Minggu (15/12).

Menurut Ujang, dengan memakai Habib Lutfi di susunan kabinetnya tersebut, Presiden ingin menunjukkan kepada publik, jika salah satu menganggapnya menarik dari ulama yang cukup pantas di Indonesia.

“Jokowi ingin disampaikan kepada publik, itulah penasehatnya yang diminta sepenuhnya oleh ulama yang dibutuhkan di Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, kesembilan ingin dianggap tidak-tidak tertentu sesuai dengan pengalaman dan kepentingan. 

“Dan kesembilan nama pasti mewakili masing-masing kelompok dan kepentingan yang ada di republik ini,” pungkasnya. 

Diketahui, Ulama bernama lengkap Maulana al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya ini merupakan tokoh ulama penting di Indonesia. Ia merupakan anggota Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Di Jawa Tengah, Habib Luthfi merupakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 2005-2010.

Sebagai seorang ulama, nama Habib Luthfi juga lebih dikenal lantaran mewakili asuh atau Ra'is 'Am Jami'iyyah Ahlu Thariqah al Mu'tabarah an Nahdiyah (Jatman). Lewat jamaiyahnya itu, Habib Luthfi dikenal sebagai tokoh ulama yang menjadi model keislaman yang moderat dan toleran.

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID