Gus Ipul-Puti Keok di Survei, Ini Kata Pengamat - RILIS.ID
Gus Ipul-Puti Keok di Survei, Ini Kata Pengamat
Budi Prasetyo
Senin | 19/03/2018 15.11 WIB
Gus Ipul-Puti Keok di Survei, Ini Kata Pengamat
Gus Ipul. FOTO: RILIS.ID/Budi Prasetyo

RILIS.ID, Surabaya – Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Suko Widodo menilai, dukungan Megawati dan Prabowo agak sulit untuk dikonversikan kepada pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno di Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018.

Kondisi itu disebabkan karena pemilih di Jawa Timur menentukan pilihannya berdasarkan personal leadership. Artinya, mereka menentukan pilihannya karena keyakinan pada kandidat. 

"Pertama Pilgub pada personality bukan endorsement pendukung. Orang cenderung pada tokoh ya langsung tidak bisa diwakilkan," katanya ketika dikonfirmasi rilis.id, Senin (19/3/2018).

Dia mengatakan, keunggulan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak di lembaga survei karena memang disukai pemilih. 

"Ketertarikan orang lebih baik kepada nomor satu daripada nomor kedua. Jika memang Khofifah-Emil lebih unggul di survei," katanya. 

Meski demikian, posisi kedua pasangan tersebut masih punya peluang yang sama untuk menang. Pasalnya, masih ada banyak pemilih yang belum menentukan sikapnya di Pilgub Jatim. 

"Saya kira angkanya 50:50 dan waktu longgar dalam mempengaruhi masyarakat pada kampanye ini. Biasanya orang butuh perubahan dan masyarakat mengalami kejenuhan dan perubahan butuh sosok baru. Hal yang baru membuat orang tertarik," tegasnya. 

Jika ingin menang, kata dia, maka kedua kandidat harus berusaha keras meyakinkan pemilih terutama swing votters

"Masih ada yang belum menentukan kalau belum menolong masih ada potensi, bagaimana meyakinkan konstituen. Semakin banyak yang diyakinkan. Kampanye belum tentu berhasil. Biasanya yang belum menentukan pilihan orang yang cerdas, belum dapat informasi dan yang ketiga orang yang kecewa pada keadaan," pungkasnya. 

Sebelumnya, survei The Republic Institute menyatakan popularitas Khofifah dikenal oleh masyarakat Jatim sebesar 95,5 persen dan Gus Ipul dikenal sebesar 94,3 persen. Sedangkan untuk calon wakil gubernur, Emil Dardak 62,8 persen dan Puti Guntur sebesar 61,9 persen.
 
"Dari aspek elektabilitas (keterpilihan) untuk calon gubernur, pasangan Khofifah-Emil Dardak juga unggul tipis selisih 1,1 persen. Pasangan Khofifah-Emil mendapatkan suara sebesar 48,7 persen. Sedangkan pasangan Gus Ipul-Puti 47,6 persen. Yang masih belum menentukan sebesar 3,7 persen,“ ujar Direktur The Republic Institute Fatkhul Mujib dalam keterangan yang diterima rilis.id, Rabu (14/03/2018).

Survei ini dilakukan di 38 kabupaten/kota seluruh Jawa Timur 15 Februari sampai 25 Februari 2018 menggunakan metode multi stage random sampling. Sample berjumlah 1.227 responden dengan margin of error sebesar 2,8 persen dengan tingkat akurasi 95 persen.

Diketahui, survei Litbang Kompas menunjukan Khofifah-Emil memperoleh elektabilitas 44,5 persen, sedangkan Saifullah-Puti 44,0 persen. 

Sementara, survei Polmark menyatakan, elektabilitas Gus Ipul-Puti sebesar 42,7 persen, sementara untuk Khofifah-Emil 27,2 persen. 

Editor Sukma Alam


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID