Gubernur NTB Bercerita Soal Pemimpin yang Otentik - RILIS.ID
Gubernur NTB Bercerita Soal Pemimpin yang Otentik

Sabtu | 13/10/2018 13.30 WIB
Gubernur NTB Bercerita Soal Pemimpin yang Otentik
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman.

RILIS.ID, Jakarta – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkieflimansyah menilai, di era sekarang sulit mencari pemimpin yang otentik.

Menurut dia, kebanyakan orang menjadi gubernur dan bupati itu hanya karena ciptaan dari konsultan politiknya.

"Kalau punya uang, menyewa konsultan. Misal, ada yang tidak suka anak-anak, tapi diminta konsultannya untuk menimbang bayi. Jadi, terpaksa seperti itu," kata dia seperti dilansir Antara pada Sabtu (13/10/2018).

Banyak pemimpin sekarang yang palsu. Kata dia, penuh gincu dan dibuat-buat.

Bang Zul, sapaan akrabnya pun mengutip teori marketing bahwa "People Can Be Manipulated Once or Twice But Not All That Time,".

Artinya orang bisa dimanipulasi sekali atau dua kali tetapi tidak bisa dimanipulasi sepanjang waktu. "Jadi 'be your self', itu yang paling penting," ujarnya.

Menurut gubernur, menjadi pemimpin itu tidak harus menjadi gubernur.

Zulkieflimansyah mengutip tulisan Robin Sharma dalam buku yang berjudul "Leadership With Any Title". Dikatakannya, orang bisa menjadi pemimpin tanpa harus mendapatkan kedudukan formal.

Dia mencontohkan jabatan kepala dinas (kadis). Bang Zul mengatakan, boleh saja seorang itu jabatannya kadis, tapi dia bisa mengatur-atur seorang gubernur.

"Ada orang yang kelihatan punya jabatan tapi sebenarnya tidak punya kemampuan dan kekuasaan," kata gubernur.

Karena itu, kedepan itu menjadi seorang pemimpin itu harus otentik dan tidak bisa dibuat-buat.

"Kalau sejatinya dia bukan seorang pemimpin, maka susah juga untuk disorong-sorong menjadi pemimpin karena tidak kelihatan. Karena itu 'upgrade' kemampuan, perbanyak jaringan, belajar berorganisasi," kata Doktor Zul.

Untuk itu, pemimpin kedepan mestinya harus sudah selesai dengan kepentingan dirinya sendiri. "Jangan jadi gubernur, tapi masih kepingin cari kekayaan," katanya.

Jangan jadi gubernur tapi kepingin populer dan dibuat-buat. "Kedepan itu, jadi gubernur punya kerendahan hati dan berkorban untuk orang yang lebih banyak," katanya.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID