Geram Pemerintah Berulah, DPR: Jangan PHK Rakyat tapi Masukin TKA Cina - RILIS.ID
Geram Pemerintah Berulah, DPR: Jangan PHK Rakyat tapi Masukin TKA Cina
Nailin In Saroh
Selasa | 05/05/2020 19.45 WIB
Geram Pemerintah Berulah, DPR: Jangan PHK Rakyat tapi Masukin TKA Cina
Ilustrasi Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto. ILUSTRASI: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta – DPR geram dengan rencana dua perusahaan di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang hendak mempekerjakan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal Cina ditengah pandemi COVID-19. 

Dewan pun meminta pemerintah membatalkan rencana tersebut, lantaran jutaan rakyat Indonesia pun kehilangan pekerjaan. Sementara, pemerintah seolah mengabaikan fakta itu dengan tetap memperbolehkan TKA masuk.

“Kita minta kepada pemerintah Indonesia Pak Jokowi dan seluruh jajarannya untuk memastikan, membatalkan tenaga kerja asing dari Cina di tengah pandemi COVID-19,” tegas Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto kepada wartawan, Selasa (5/5/2020).

Yandri menuturkan, akibat pandemi asal Wuhan, Cina itu, banyak rakyat Indonesia yang kehilangan pekerjaan dan penghasilannya karena diminta untuk tidak keluar rumah, tidak boleh mudik atau berpindah tempat, banyak sektor ekonomi melemah dan perusahaan gulung tikar. Tetapi, ia heran pemerintah justru memperbolehkan TKA dari hina masuk ke Indonesia. 

"Masa sih rakyat dilarang (bergerak), tapi kita masukan tenaga kerja dari Cina yang sumber utama virus Corona,” katanya menyesalkan.

Menurut Wakil Ketua Umum PAN ini, apa yang dilakukan pemerintah ini tidak masuk akal bahkan cenderung sebagai kebodohan pemerintah. Sudah semestinya pemerintah memiliki hati nurani dengan tetap mengutamakan rakyatnya sendiri yang juga terdampak COVID-19. “Jangan mem-PHK rakyat tapi justru memasukan tenaga rakyat dari China. Ini tidak adil tidak bisa diterima akal sehat,” tukas Yandri.

Karena itu, mantan Ketua Umum Barisan Muda PAN ini meminta sekali lagi agar pemerintah membatalkan izin itu. Karena rakyat bisa marah akibat ketidakadilan pemerintah ini. “Kita minta sekali itu dibatalkan, kalau tidak dibatalkan saya yakin rakyat bisa marah, karena mereka makannya susah, menganggur sementara pemrintah memasukan tenaga kerja dari Cina,” tandasnya. 

 


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID