logo rilis
Genjot Wisman, Kemenpar dan Angkasa Pura II Akan Kembangkan LCCT
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
23 Juli 2018, 09:30 WIB
Genjot Wisman, Kemenpar dan Angkasa Pura II Akan Kembangkan LCCT
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus berupaya menggandeng berbagai pihak untuk mencapai target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), termasuk dengan PT Angkasa Pura II untuk mengembangkan Low Cost Carrier Terminal (LCCT) di Indonesia.

Rencananya, Terminal 2 di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang digadang-gadang sebagai tempat mendaratnya maskapai berbiaya murah, atau Low Cost Carrier (LCC).

"Kami diminta oleh Pak Presiden (Joko Widodo) dalam waktu sebulan ini harus memiliki LCCT. Saya sudah bertemu Pak Awaluddin (Dirut PT. Angkasa Pura II), kami sudah sepakat LCCT paling mungkin di terminal 2 Bandara Soekarno Hatta," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya melalui siaran persnya di Jakarta, Senin (23/7/2018).

Menpar Arief menegaskan, pihaknya merasa kesulitan mendatangkan 20 juta wisman bila hanya dengan cara biasa. Sehingga, menurutnya, perlu hal yang luar biasa untuk bisa mencapai target tersebut, salah satunya dengan LCCT. 

Pertumbuhan penumpang internasional, jelas Arief, setiap tahunnya rata-rata 13 persen per tahun. Dari angka tersebut, pertumbuhan penumpang yang menggunakan layanan Full Service Carriers (FSC) sekitar 7 persen.

Sementara untuk Low Cost Carriers, menurut dia, tumbuh 55 persen per tahun. Namun butuh waktu untuk merealisasikan LCCT di Indonesia.

"Terminal LCC paling tepat karena pertumbuhan trafiknya di atas 20 persen dan sejalan dengan target pertumbuhan pariwisata 21 persen. Sedangkan kalau mengandalkan Full Service Carrier Terminal (FSCT) seperti Garuda di bawah 5 persen, sehingga sulit diandalkan untuk mencapai target pariwisata," jelasnya.

Menpar Arief menilai, Dengan adanya terminal LCC,m maka maskapai bisa memotong biaya operasional hingga 50 persen, namun akan memiliki trafik yang meningkat dua kali lipat. Seperti diketahui Passenger Service Charge (PSC) Terminal 2 domestik Soekarno Hatta Rp85.000 dan Terminal 2 Internasional Soekarno Hatta Rp50 ribu. 

"Sebanyak 45 maskapai LCC potensial yang belum terbang ke Indonesia. Contohnya Indigo (India) Vietjet (Vietnam) tidak mau karena Airport chargenya mahal. Hingga saat ini AirAsia yang sudah komitmen. Dimana pun ada LCCT, AirAsia siap akan terbang," tandasnya.

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID