logo rilis
Generasi Milenial Madura Didorong Manfaatkan TIK untuk Berbisnis
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
04 Desember 2020, 12:00 WIB
Generasi Milenial Madura Didorong Manfaatkan TIK untuk Berbisnis
Ilustrasi TIK. FOTO: Antara

RILIS.ID, Jakarta — Anggota Komisi I DPR RI, Imron Amin, mengajak anak muda atau generasi milenial yang ada di Madura, bisa memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk kegiatan yang positif. Menurutnya, peluang usaha sangat terbuka bagi generasi muda dalam berbagai platform yang tersedia.

"Mari kita memanfaatkan jejaring sosial sebaik mungkin untuk hal-hal yang positif. Cuma sayangnya kami di Madura terkendala sinyal dan jaringan wifi," kata Imron dalam webinar dengan tema ”Peran Generasi Milenial Membangkitkan UMKM Kuliner Madura Melalui Media Sosial", Jumat (4/12/2020).

Selain Imron Amin, diskusi itu juga melibatkan Direktur Jenderal IKP Kementerian Kominfo RI Prof. Dr. Widodo Muktiyo sebagai pembicara kunci, Direktur IKPM Ditjen IKP Kementerian Kominfo RI Septriana Tangkary dan CEO Tretan Aan Yugiastono.

"Di Madura mohon dibantu lagi terkait sinyal dan wifi demi membantu kaum milenial di UMKM," ujar Imron.

Imron juga menyampaikan rencananya untuk memperkenalkan Madura tidak hanya kulinernya tetapi juga pariwisatanya. Baik itu pariwisata pantai maupun pariwisata religi.

"Tapi itu lagi mohon Kemkominfo membantu masalah sinyal dan wifi di Madura," tegasnya lagi.

Sementara Aan menyatakan menyebut masyarakat Madura sangat adaftif dengan lingkungannya. Warga Madura bisa bertahan dan menyesuaikan diri serta menangkap peluang yang ada. "Kekurangannya mereka masih menggunakan cara-cara tradisional seperti sate madura," ujarnya.

Jiwa wirausaha masyarakat Madura sangat tinggi, kata Aan, namun masih harus mendapat sentuhan manajemen modern, teknologi dan kemasan.

Septriana menyebutkan bisnis melalui digital telah banyak dilakukan UMKM di Indonesia. Ini didorong karena pesatnya pengguna telepon pintar dan juga penetrasi internet yang sangat tinggi.

"Jumlah gejet di Indonesia mencapai 338,2 juta ponsel dan pengguna internet mencapai 175,4 juta atau sekira 64 persen dari jumlah penduduk," kata Septriana. "Sementara mereka yang menggunakan media sosial mencapai 160 juta atau sekira 59 persen," tambahnya.

Septriana juga menyebutkan jumlah UMKM mencapai 64,2 juta. Sementara yang sudah berjualan secara daring mencapai 17,1 persen.

"UMKM ini telah menyerap investasi sekitar 50 persen dan kontribusi mereka terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 56-59 persen," tutup Septriana.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID