Gegara Banteng, Merdeka! - RILIS.ID
Gegara Banteng, Merdeka!
RILIS.ID
Jumat | 13/10/2017 22.33 WIB
Gegara Banteng, Merdeka!

LA LIGA terancam bubrah. Salah satu ikonnya sedang berdiri gamang di tepian sejarah. FC Barcelona dihujani tanda tanya, tentang masa depannya di kompetisi sepak bola. Para pencinta dan pendukungnya di Catalonia ingin wilayahnya merdeka. Lepas dari Spanyol, bersama kenangan kelam 36 tahun pemerintahan militer Fransisco Franco yang berkuasa sejak era Perang Dunia sampai pertengahan tahun 1975.

Franco adalah momok. Mimpi buruk bangsa Catalan. Perenggut identitas mereka, mulai dari arsitektur kastil, bahasa, hingga nama anak-cucu keturunan marga. Karena itulah mereka ingin merdeka. Demi mengembalikan kehormatan identitas, budaya, termasuk Catalan sebagai bahasa. 

Pesan “merdeka” melalui referendum 1 Oktober 2017 bukanlah kali pertama. Pada November 2014, hampir separuh dari jumlah 5,4 juta pemilih ikut serta dalam penentuan pendapat yang bersifat tidak mengikat. Hasilnya, 80 persen pemberi suara mendukung kemerdekaan Catalonia.

Manakala gagasan merdeka telah memenuhi isi kepala mayoritas warga, maka segala peristiwa bisa menjadi gegara. Fakta 20 persen kontribusi terhadap perekonomian Negara Spanyol adalah satu di antara sekian pemanas bara. 

Bahan bakar kehendak merdeka lain yang tak kalah besar pengaruhnya bagi warga Catalonia adalah corridas. Pertarungan manusia dengan banteng di dalam arena. Tradisi yang kemudian menjadi kontroversi. Sebagian menikmatinya sebagai kekayaan warisan sejarah, namun sebagian lain melihatnya sebagai pertunjukan kekejaman yang tak layak dipertahankan. Kontroversi lalu diubah menjadi amunisi.

Pemerintah Spanyol menempatkan tarung banteng sebagai warisan budaya Spanyol yang harus dilindungi. Corridas adalah Spanyol. Lambang keindahan dan keberanian bangsa Spanyol di hadapan kematian. Untuk itu, aturan pelarangan corridas oleh parlemen Catalonia yang diinisiasi pada 2010 harus dicabut. Partai pemerintah yang berkuasa di Spanyol, Partido Popular, tidak suka. Bagi mereka, pelarangan tarung banteng merupakan pelanggaran terhadap kebebasan artistik, warisan budaya, dan mengganggu perkembangan bisnis di Catalonia.

Namun, warga Catalonia telah bersuara. Corridas adalah simbol keterbelakangan dan barbarisme. Melalui pelarangan tarung banteng, mereka telah menciptakan pembeda. Catalonia adalah Eropa yang beradab, sedangkan Spanyol adalah Eropa barbar yang terbelakang. Sebuah propaganda yang menemukan basis materialnya. Karena faktanya, Catalonia adalah wilayah termaju di Spanyol dan terbesar sumbangan kontribusinya pada angka pendapatan negara. 

Apakah Catalonia akan menjadi negara merdeka? Kita lihat saja!


Tags
#Catalonia
#Catalan
#Spanyol
#La Liga
#Referendum
#Kolom
#Semburat
#Arif Budiman
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID