Gagal Panen, Petani Tembakau Minta Bank Jateng Kucurkan Penjaman Tanpa Agunanan - RILIS.ID
Gagal Panen, Petani Tembakau Minta Bank Jateng Kucurkan Penjaman Tanpa Agunanan

Rabu | 31/05/2017 16.32 WIB
Gagal Panen, Petani Tembakau Minta Bank Jateng Kucurkan Penjaman Tanpa Agunanan
Petani tembakau di Temanggung mendapat pinjaman dari Bank Jateng. FOTO: istimewa

RILIS.ID, Temanggung— Petani tembakau Temanggung terbelit masalah setelah gagal panen lantaran cuaca ekstrame. Kini mereka kesulitan permodalan untuk musim tanam 2017 sementara mereka tidak bisa mengembalikan pinjaman tahun sebelumnya.

Karena itu Bupati Temanggung Bambang Sukarno meminta Bank Jateng membantu kembali permodalan para petani tembakau di daerah itu pada masa tanam 2017.

"Saya telah berbicara dengan Direktur Bank Jateng untuk membantu penyaluran kredit kepada para petani tembakau memasuki masa tanam tahun ini." kata Bambang di Temanggung, Rabu (31/5/2017).

Ia mengatakan pinjaman atau kredit tersebut tanpa agunan, petani cukup mendapatkan rekomendasi dari kepala desa dan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Temanggung.

Bambang menuturkan terobosan ini baru dimulai tahun 2017, dan diharapkan dapat membantu petani dalam bercocok tanam tembakau.

"Terobosan itu perlu dilakukan, apalagi petani tembakau tahun lalu gagal panen karena cuaca ekstrem. Namun, melihat kondisi tahun ini mudah-mudahan tanaman tembakau bisa tumbuh bagus maka kami minta Bank Jateng untuk menyalurkan kredit kepada petani tembakau," katanya.

Ia menyebutkan petani bisa meminjam Rp3 juta, Rp10 juta atau Rp30 juta sesuai kebutuhan.

Berkaitan dengan gagal panen tembakau 2016, Bupati Temanggung mengeluarkan kebijakan agar perbankan tidak menagih angsuran para petani tembakau.

"Bank tidak boleh menarik bunga kredit, tidak boleh eksekusi agunan pada petani karena lagi gagal panen," katanya.

Ia mengatakan kebijakan tersebut mungkin tidak bagus bagi perkembangan perbankan, namun hal itu harus dilakukan untuk menolong petani.


Tags
#temanggung
#tembakau
#gagal panen
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID