logo rilis
Fenomena Hari Tanpa Bayangan Kembali Terjadi di Indonesia, Catat Waktunya
Kontributor

26 Februari 2021, 17:08 WIB
Fenomena Hari Tanpa Bayangan Kembali Terjadi di Indonesia, Catat Waktunya
Foto: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Bandarlampung menjadi salah satu lokasi terjadinya Fenomena hari tanpa bayangan atau kulminasi matahari berdasarkan pengamatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Fenomena itu di Indonesia kembali tejadi sejak pekan keempat Februari 2021. Ketika kulminasi, matahari akan tepat di atas garis khatulistiwa atau titik zenith.

Dilansir dari okezone.com, Jumat (26/2/2021), pada momen tersebut tidak akan ada bayangan yang terbentuk dari benda tegak, sehingga fenomena ini disebut Hari Tanpa Bayangan Matahari (HTBM).

HTBM terjadi dua kali dalam setahun untuk kota-kota yang terletak di antara Garis Balik Utara (Tropic of Cancer, 23,4° Lintang Utara) dan Garis Balik Selatan (Tropic of Capricorn, 23,4° Lintang Selatan).

Sementara untuk kota-kota yang terletak tepat di Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan, akan mengalami fenomena HTBM sekali dalam setahun, yakni ketika Solstis Juni (21/22 Juni) maupun Solstis Desember (21/22 Desember).

Berikut ini daftar tanggal dan jam ketika Matahari berada tepat berada di sejumlah kota di Indonesia, yang dilansir dari laman Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

SUMATERA

Sabang (4 April), 12.41.47 WIB

Banda Aceh (3 April), 12.42.00 WIB

Medan (29 Maret), 12.30.10 WIB

Gunung Sitoli (23 Maret), 12.36.18 WIB

Padang (18 Maret), 12.26.42 WIB

Pekanbaru (21 Maret), 12.21.28 WIB

Tanjung Pinang (23 Maret), 12.08.49 WIB

Jambi (16 Maret), 12.14.14 WIB

Bengkulu (11 Maret), 12.21.00 WIB

Palembang (13 Maret), 12.10.33 WIB

Pangkal Pinang (15 Maret), 12.04.32 WIB

Bandar Lampung (06 Maret), 12.10.16 WIB

JAWA

Serang (05 Maret), 12.06.55 WIB

Jakarta (04 Maret), 12.05.24 WIB

Pelabuhan Ratu (02 Maret), 12.05.59 WIB

Bandung (03 Maret), 12.01.33 WIB

Cilacap (01 Maret), 11.56.13 WIB

Semarang (02 Maret), 11.50.30 WIB

Surakarta (01 Maret), 11.49.03 WIB

Yogyakarta (28 Februari), 11.51.07 WIB

Surabaya (02 Maret), 11.41.11 WIB

Banyuwangi (27 Februari), 11.35.20 WIB

BALI dan NUSA TENGGARA

Denpasar (26 Februari), 12.32.04 WITA

Mataram (26 Februari), 12.28.28 WITA

Sumbawa Besar (26 Febrhari), 12.23.15 WITA

Dompu (26 Februari), 12.19.15 WITA

Labuhan Bajo (26 Februari), 12.13.23 WITA

Waingapu (23 Februari), 12.12.21 WITA

Kupang (22 Februari), 11.59.07 WITA

Rote Ndao (20 Februari), 12.01.31 WITA

KALIMANTAN

Pontianak (20 Maret), 11.50.15 WIB

Palangkaraya (15 Maret), 11.33.19 WIB

Tanjung Selor (27 Maret), 12.15.58 WITA

Samarinda (19 Maret), 12.19.16 WITA

Banjarmasin (12 Maret), 12.31.27 WITA

SULAWESI

Miangas (04 April), 11.37.01 WITA

Manado (24 Maret), 11.46.58 WITA

Gorontalo (22 Maret), 11.54.41 WITA

Palu (18 Maret), 12.08.39 WITA

Majene (11 Maret), 12.04.12 WITA

Makassar (07 Maret), 12.13.21 WITA

Kendari (10 Maret), 12.00.07 WITA

Wakatobi (07 Maret), 11.56.44 WITA

MALUKU dan PAPUA

Sofifi (22 Maret), 12.36.44 WIT

Ambon (11 Maret), 12.37.21 WIT

Tual (06 Maret), 12.20.10 WIT

Sorong (18 Maret), 12.23.07 WIT

Manokwari (18 Maret), 12.11.57 WIT

Biak (17 Maret), 12.04.06 WIT

Jayapura (14 Maret), 11.46.25 WIT

Marauke (26 Februari), 11.51.22 WIT

Sebagai catatan, cara mengecek tidak adanya bayangan bisa menggunakan benda tegak lurus seperti tongkat, spidol, botol minuman, atau benda lurus lainnya.

Kemudian pastikan tempat menaruh benda tersebut di permukaan yang rata. Dan pastikan juga pengamatan pada waktu yang tepat.(*)

Editor: Andry Kurniawan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID