logo rilis
Fakta dan Mitos Seputar Penyebab Keguguran
Kontributor

19 Maret 2018, 14:58 WIB
Fakta dan Mitos Seputar Penyebab Keguguran
ILUSTRASI: Pixabay

RILIS.ID, Jakarta— Janin meninggal dalam kandungan atau keguguran adalah momok menakutkan bagi ibu hamil. Mereka pasti menginginkan bayinya sehat dan lahir dengan selamat.

Baru-baru ini, istri kedua Opick, Wulan Mayasari meninggal di tengah proses pemulihan usai mengalami keguguran dua bulan lalu.

Ya, keguguran bisa terjadi kapan saja, terlebih jika sang bunda tak menjaga kandungannya dengan baik. Faktor penyebab keguguran pun beragam. Tapi, Anda harus bisa membedakan mana yang fakta dan mitos.

Berikut fakta dan mitos seputar keguguran yang perlu Anda ketahui, dihimpun rilis.id dari berbagai sumber:

1. Mengangkat benda berat dapat menggugurkan kandungan

Ini tak benar. Aktivitas mengangkat beban berat tidak ada hubungannya dengan risiko keguguran. Sebaliknya, olahraga apapun yang berhubungan mengangkat benda berat justru cukup bermanfaat, syaratnya dilakukan dengan benar.

2. Berhubungan seks menyebabkan keguguran

Anggapan ini salah, selama ibu dan janin tidak bermasalah. Jika ibu mengalami perdarahan atau flek di trimester pertama kehamilan, sebaiknya hubungan seksual dilakukan di trimester ke-2.
 
3. Olahrga dapat menyebabkan keguguran

Ini juga tak sepenuhnya benar. Olahraga, jika dilakukan sesuai anjuran dokter, tak akan menyebabkan keguguran. Justru baik untuk kebugaran dan kesehatan sang ibu. Jenis olahraga yang disarankan bagi ibu hamil yang sehat adalah jalan kaki, renang, yoga dan pilates. Olahraga akan lebih mudah, aman, dan nyaman dilakukan mulai usia kehamilan 24 minggu.

4. Keguguran karena ibu stres

Ini adalah anggapan yang salah. Faktanya, peningkatan risiko keguguran tidak ada hubungannya dengan kondisi emosional ibu selama kehamilan, seperti stres dan depresi.

Selain fakta dan mitos penyebab keguguran, ada beberapa kondisi yang yang berpotensi memicu kematian janin dalam kandungan, seperti kelainan kromosom, kelainan pada uterus atau serviks, infeksi bakteri, penyakit tiroid, serta faktor gaya hidup tak sehat (merokok, obat-obatan terlarang dan makanan tak sehat).


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID