logo rilis
Fahira: Travel Umrah Jangan Salah Gunakan Uang Jemaah
Kontributor

31 Mei 2018, 14:45 WIB
Fahira: Travel Umrah Jangan Salah Gunakan Uang Jemaah
Anggota DPD RI daerah pemilihan DKI Jakarta, Fahira Idris. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Anggota DPD RI daerah pemilihan DKI Jakarta, Fahira Idris, meminta travel haji dan umrah untuk tidak menyalahgunakan uang jemaah untuk kepentingan pribadi atau perusahaan.

Menurutnya, hal ini berkaca dari vonis hukuman maksimal yang diberikan majelis hakim di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat terhadap dua terdakwa bos PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan yang menyalahgunakan amanah jemaah untuk berangkat ke tanah suci.

"Saya berharap vonis ini menjadi pelajaran dan peringatan bagi semua perusahaan travel untuk jangan pernah sekali pun coba-coba menyalahgunakan amanah jemaah. Banyak orang yang hendak berangkat umrah dan rela menabung bertahun-tahun, bahkan menjual harta benda. Jadi jangan main-main dengan uang jemaah karena tidak akan selamat dunia dan akhirat,” katanya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (31/5).

Fahira yang juga Ketua Komite III DPD RI yang membidangi persoalan agama, haji dan umrah ini mengungkapkan, inti utama bisnis travel umrah adalah kepercayaan jemaah yang hanya bisa diraih jika perusahaan travel mampu memberi pelayanan maksimal dan menjaga kepercayaan konsumennya sebaik mungkin.

Selama perusahaan travel umrah menerapkan prinisp customer oriented maka selama itu juga perusahaan travel akan terus mendapatkan jemaah sehingga bisnis ini terus berjalan karena keinginan umat Muslim di Indonesia beribadah umrah sangat tinggi.

Apa yang dilakukan first travel, lanjut Fahira, sama sekali melanggar prinsip-prisip bisnis travel dan dampak perbuatan mereka ini menurunkan kepercayaan publik terhadap biro travel umrah.

Hukuman maksimal yang diberikan hakim ini diharapkan tidak hanya menjadi peringatan bagi travel umrah lain agar terus amanah menjaga kepercayaan jemaah, tetapi juga mampu kembali meningkatkan kepercayaan publik terhadap travel umrah yang jumlahnya cukup banyak.

“Pekerjaan besar setelah vonis ini adalah bagaimana hak-hak semua jemaah first travel yang gagal berangkat dipenuhi terutama pengembalian dana jemaah,” jelas Fahira.

Untuk diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok menjatuhkan vonis masing-masing pidana 20 tahun dan 18 tahun penjara kepada bos First Travel Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan di PN Depok, Kalimulya, Cilodong, Rabu, 30 Mei 2018.

Pasangan suami isteri tersebut terbukti menipu dan melakukan pencucian uang para calon jemaah First Travel sehingga gagal berangkat umrah. Keduanya juga mendapat pidana denda Rp10 miliar subsider 8 bulan kurungan.

Sejumlah harta benda terdakwa yang menjadi barang bukti dirampas pula oleh negara.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID