logo rilis
Eks KSAU: Garuda Ada Masalah Serius, Tak Cukup Hanya Ganti Manajemen
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
17 Desember 2019, 21:00 WIB
Eks KSAU: Garuda Ada Masalah Serius, Tak Cukup Hanya Ganti Manajemen
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat penerbangan yang juga mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim, mengingatkan, upaya pembenahan di tubuh maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia tidak cukup hanya dengan mengganti manajemen.

Dia menilai, ada masalah serius yang benar-benar harus dituntaskan secara menyeluruh di perusahaan pelat merah tersebut. 

"Coba dicek dalam 2-3 tahun terakhir sudah berapa kali ganti manajemen. Berarti, Garuda itu ada masalah serius yang harus ditangani dengan benar," katanya, di Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Hal tersebut disampaikan Chappy usai diskusi dan peluncuran buku "Abdul Hakim, Wartawan ANTARA; Dalam Kenangan Anak Cucu" yang menceritakan sosok ayahandanya.

Chappy menegaskan, akar permasalahan yang selama ini membelit harus dicari terlebih dulu, kemudian ditangani dan diselesaikan.

"Ditangani itu begini, kan dibilang merugi segala macam. Tetapi, kan enggak pernah terdengar diselidiki, atau dicari penyebabnya apa sebetulnya," ujar dia.

Chappy mengungkapkan, kerugian bisa saja disebabkan berbagai macam, misalnya dari ketersediaan armada yang bermacam-macam sehingga tidak efisien, rutenya, dan sebagainya.

"Dulu, jumlah macam pesawat Garuda kan cuma Airbus sama Boeing. Tetapi, 10 tahun belakangan kita lihat ada ini, ada ini. Menguntungkan enggak? Saya kan enggak tahu, mestinya dicek," ungkapnya.

Apabila sudah ditemukan akar permasalahannya, lanjut dia, dicarikan solusi penyelesaiannya, kemudian disiapkan manajemen yang bisa menangani persoalan tersebut.

"Kalau mau membenahi Garuda, kalau dari saya, intinya sebenarnya dicek dulu, diaudit, diinvestigasi, diselidiki, apa yang menjadi penyebab Garuda merugi," tegas dia.

Menurut Chappy, pergantian manajemen juga sudah beberapa kali dilakukan tetapi ternyata tidak lebih baik, malah menimbulkan permasalahan. Termasuk, kasus terakhir yang menyeret mantan Dirut Garuda Ari Ashkara.

"Intinya, ternyata dengan kejadian terakhir terbukti bahwa enggak cukup ganti manajemen untuk membenahi Garuda. Diselidiki dulu penyebabnya apa," tandasnya. 

Sumber: Antara




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID