Effendi Gazali Sudah Tahu Gugatannya Bakal Ditolak MK - RILIS.ID
Effendi Gazali Sudah Tahu Gugatannya Bakal Ditolak MK

Kamis | 11/01/2018 21.56 WIB
Effendi Gazali Sudah Tahu Gugatannya Bakal Ditolak MK
FOTO: RILIS.ID/Armidis Fahmi

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat komunikasi politik Effendi Ghazali, sudah menduga permohonan uji materinya (judicial review) terkait ambang batas presidensial (presidential threshold) bakal ditolak Mahkamah Konstitusi (MK). Karenanya, dia datang ke MK dengan mengenakan pakaian hitam.

"Saya sudah menduga akan ditolak. Makanya, saya pakai baju hitam. Biasanya saya ke MK pakai baju putih," ujarnya di Gedung MK, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Effendi bersama sejumlah pihak dan partai beberapa waktu lalu menggugat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu), khususnya poin presidential threshold. Tapi, dalam putusannya, MK menolak permohonan tersebut, meski disertai perbedaan pendapat (dissenting opinion).

Karenanya, Effendi mengapresi dua hakim konstitusi yang memiliki perbedaan pandangan menyangkut permohonannya. Dua hakim tersebut, Saldi Isra dan Suhartoyo. Mereka menganggap tidak ada nalar untuk memberlakukan presidential threshold pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Artinya, ada tujuh hakim yang menemukan nalar, duanya tidak menemukan. Atau bisa juga dibalik, dua menemukan nalar, tujuh tidak menemukan nalar," katanya. Effendi menambahkan, apa yang disampaikan Saldi dan Suhartoyo selaras dengan konstusi dan jernih dalam melihat persoalan.

Meski begitu, dia merasa aneh dengan putusan MK tersebut, lantaran dalil-dalil hukum yang disampaikannya tak dipertimbangkan majelis hakim. Effendi mencontohkan dengan penggunaan suara pada Pemilu 2014.

Dia menegaskan, tak ada mahkamah di dunia yang membolehkan suara tersebut kembali dipakai untuk presidential thresold. "Sama sekali tidak menyinggung apa yang saya ajukan. Pertanyaaan saya, suara saya di pemilu 2014 tidak dikasih tau akan dipakai pada 2019," tuntasnya.


Tags
#MK
#UU Pemilu
#Effendi Ghazali
#Pilpres 2019
#Presidential Threshold
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID