Duh, Garuda Indonesia Terancam Bangkrut Gara-gara Ini - RILIS.ID
Duh, Garuda Indonesia Terancam Bangkrut Gara-gara Ini

Sabtu | 12/08/2017 09.47 WIB
Duh, Garuda Indonesia Terancam Bangkrut Gara-gara Ini
Maskapai Garuda Indonesia yang terus merugi. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— PT Garuda Indonesia (Persero) terus merugi dan muncul tanda-tada menuju kebangkrutan bila tidak ada solusi kongkret. Hal ini tercermin dari hasil laporan keuangan Garuda Indonesia yang mencatatkan kerugian sebesar 283,7 juta dolar AS atau sekitar Rp3,8 triliun.  

Angka tersebut meningkat hingga 200 persen dari kerugian pada kwartal pertama sekitar 99,0 juta dolar AS atau setara  Rp1,319 triliun.  

Ketua Bidang Organisasi Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Anggawira menyarankan ke depannya harus ada solusi komprehensif agar tidak terus merugi. Maskapai penerbangan kebanggaan bagsa Indonesia ini harus tetap survive.

“Hipmi sebelumnya sudah memberikan early warning kepada Garuda Indonesia karena terus merugi. Kerugian tersebut disinyalir akibat peningkatan biaya operasional dan pembelian bahan bakar avtur,” ujarnya kepada rilis.id, Sabtu (12/8/2017).

Ongkos operasional penerbangan Garuda Indonesia, disebutkan Anggawira mencapai lebih dari dari Rp16 triliun lebih tinggi dari kwartal pertama sebesar Rp8 triliun. 

Hingga saat ini, Aggawira melihat biaya bahan bakar merupakan sumber terbesar biaya operasional dengan presentase diatas 50 persen kemudian disusul dengan biaya pembelian pesawat, reparasi, pembayaran asuransi yang semua dihitung menggunakan kurs dolar AS sementara produk jasa penerbangan domestiknya dijual dengan nilai rupiah. 

"Tingginya ongkos operasional rupanya juga berpengaruh pada utang Garuda Indonesia yang nilainya cukup besar," imbuhnya. 

Sementara itu, lanjutnya, untuk utang jangka pendek di kwartal kedua total utang mencapai 1,891 juta dolar sedangkan utang jangka panjang sebesar 1,163 juta dolar.  Sementara di kwartal sebelumnya tercatat 1,798 juta dolar untuk utang jangka pendek dan 1,174 juta dolar untuk utang jangka panjang. 

“Hutang yang membelit Garuda Indonesia harus menjadi konsen pemerintah,” ucapnya. 

Diketahui, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mencatat kerugian bersih (net loss) selama semester pertama 2017 sebesar 283,8 juta dolar. Di luar non-recurring expense, total kerugian bersih perseroan mencapai 138 juta dolar.


Tags
#garuda indonesia
#kerugian
#terancam bangkrut
#avtur
#biaya operasioal
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID