logo rilis
Dubes RI: Indonesia Bisa Tiru Jerman Hadapi Corona
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
03 Juni 2020, 12:00 WIB
Dubes RI: Indonesia Bisa Tiru Jerman Hadapi Corona
Para pekerja mengenakan masker untuk menghindari penyebaran virus corona. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria

RILIS.ID, Jakarta— Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Federasi Jerman, Arif Havas Oegroseno, mengatakan, Indonesia dan negara lain dapat belajar dari cara pemerintah Jerman dalam mengendalikan penyebaran virus corona COVID-19.

Dia menilai, Jerman memiliki kesiapan infrastruktur sistem kesehatan yang sangat baik dalam menangani pandemi COVID-19. 

"Jerman adalah salah satu negara Eropa yang memiliki tempat tidur untuk layanan perawatan intensif terbanyak," kata Arif Havas saat sesi diskusi virtual, Selasa (2/6/2020). 

Jerman, kata Havas, juga menjadi salah satu negara dengan jumlah rumah sakit dan alat bantu pernapasan terbanyak di Eropa. Tercatat sekitar 28 ribu kasur yang tersedia di unit layanan intensif di Jerman dan ditambah lagi hingga 40 ribu tempat tidur selama pandemi virus tersebut. 

Adapun jumlah rumah sakit di Jerman mencapai hampir 1.400 unit. Menurutnya, pembangunan infrastruktur kesehatan yang dilakukan Negara Panser itu sebaiknya ditiru banyak negara, termasuk Indonesia. 

Havas mengungkapkan, pemerintah Jerman juga cukup tanggap mengendalikan penyebaran virus sehingga dampak wabah dapat cepat terkendali.

"Kasus pertama di Jerman ditemukan pada 27 Januari, dan tidak lama kemudian tim pengendali virus corona pun langsung dibuat," ungkapnya. 

Sementara, Duta Besar Republik Federasi Jerman untuk Indonesia, Peter Schoof, menambahkan, pemeriksaan COVID-19 secara massal juga jadi faktor penting yang menghambat penyebaran virus corona di negara tersebut. 

Menurut dia, hasil pemeriksaan spesimen Corona menjadi data bagi pembuat kebijakan guna menentukan seberapa longgar pembatasan yang akan diberlakukan. Selain itu, hasil uji COVID-19 juga jadi acuan bagi pemerintah untuk bertindak cepat jika kasus baru ditemukan.

Dia menyebut, pemerintah Jerman melakukan uji COVID-19 dengan rapid test secara menyeluruh sejak April. Ada sekira 120 ribu tes dilakukan per harinya di Jerman. Sementara data dari Robert Koch Institute menunjukkan per 27 Mei 2020, jumlah warga yang telah menjalani pemeriksaan COVID-19 mencapai kurang lebih 3,9 juta jiwa.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID