DPR Merengek Minta Gedung Baru, Pengamat: Malu dong Sama Presiden - RILIS.ID
DPR Merengek Minta Gedung Baru, Pengamat: Malu dong Sama Presiden
Tio Pirnando
Rabu | 23/08/2017 16.40 WIB
DPR Merengek Minta Gedung Baru, Pengamat: Malu dong Sama Presiden
Gedung Nusantara I yang disebut-sebut sudah miring dan membahayakan. FOTO : Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat politik Voxpol Center Reseach and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan anggota DPR yang memaksakan kehendaknya untuk membangun gedung baru, seharusnya malu kepada Presiden. 

Istana Negara, yang usianya jauh lebih tua dari gedung parlemen, tidak pernah Presiden meminta atau mengusulkan membangun gedung baru.

"Presiden saja sebagai kepala negara tidak pernah membuat wacana apalagi sampai meminta gedung atau istana baru. Padahal usia gedung DPR lebih muda dibandingkan usia Istana Negara. DPR hampir setiap tahun merengek meminta gedung baru dengan berbagai alasan dan lagu lama kaset usang," katanya kepada rilis.id di Jakarta, Selasa (23/8/2017).

Menurut Pangi, saat ini DPR sudah tidak lagi berfikir atau fokus dalam menyuarakan suara rakyat. Sikap anggota DPR yang terus memaksakan kehendak dan ngotot ingin membangun Gedung DPR dan apartemen di tengah keringnya prestasi, sudah tidak wajar.

"Mereka dalam bekerja  tidak lagi berfikir dengan akal sehat, perlu dipertanyakan hati nuraninya dalam membangun bangsa," papar Pangi.

Berdasarkan survei Global Corruption Barometer (GCB) selama Juli 2015 sampai Januari 2017, menempatkan legislatif sebagai lembaga paling korup, setidaknya selama tiga tahun terakhir. 

Hal tersebut, kata Pangi, bisa disebabkan beberapa hal, mengapa GCB melakukan penilaian seperti itu. Pertama, banyaknya kasus korupsi yang melibatkan anggota legislatif di daerah (DPRD) dan pusat (DPR RI). 

Kedua, kinerja lembaga legislatif dalam menjalankan fungsi utamanya (legislasi, anggaran, pengawasan) maupun kinerja pemberantasan korupsi di internalnya tidak maksimal. 

"Intinya kita meminta Komitmen DPR menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, rakyat masih banyak yang kelaparan, seharusnya terketuk pintu hati, bukan malah minta fasilitas terus," pungkasnya.

Ketua DPR Setya Novanto mengatakan pembangunan apartemen anggota DPR belum perlu dilakukan. Keputusan untuk tidak membangun apartemen anggota DPR telah dibicarakannya bersama Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

"Kami sudah putuskan tidak perlu kami harus membangun atau kami menyewa apartemen. Itu sudah final kami putuskan bersama," kata Novanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/8/2017).

Namun, terkait penataan Kompleks Parlemen termasuk pembangunan gedung baru DPR kemungkinan tetap berjalan.

Novanto menjelaskan, pembangunan gedung situasional karena kondisinya saat ini sudah kelebihan kapasitas. "Itu yang disampaikan kepada saya untuk bisa dipertimbangkan (dibangun) lagi," tuturnya.

Penataan Kompleks Parlemen sendiri akan menghabiskan biaya sekira Rp601 miliar. Adapun anggaran pembangunan awal gedung DPR berkisar Rp 320,4 miliar.


Tags
#dpr
#gedung dpr
#pembangunan gedung baru
#apartemen
#penataan kompleks parlemen
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID