logo rilis
DPR: BAKTI Kominfo Punya Tantangan Luar Biasa Sediakan Internet se-Indonesia
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
24 November 2020, 18:00 WIB
DPR: BAKTI Kominfo Punya Tantangan Luar Biasa Sediakan Internet se-Indonesia
FOTO: Tangkapan layar Zoom

RILIS.ID, Jakarta— DPR RI mengapresiasi Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi atau lebih akrab dikenal dengan sebutan BAKTI, yang telah berupaya keras dalam menyediakan akses internet hingga ke pelosok Tanah Air. 

Menurut anggota Komisi I DPR RI, Bachrodin Nasori, BAKTI Kominfo semakin memiliki tantangan luar biasa di masa pandemi COVID-19. Terutama, dalam memastikan pendidikan bisa diakses semua anak bangsa melalui jaringan internet. 

Bachrodin menyampaikan hal itu dalam Seminar Merajut Nusantara dengan tema "Pemanfaatan TIK Sebagai Media Edukasi dan Bisnis" secara virtual, Selasa (24/11/2020). 

"Teknologi informasi kita enggak ngira bisa luar biasa ini. BAKTI yang ditugasi oleh negara punya tantangan yang besar. Karena dalam waktu singkat harus mengadakan internet se-Indonesia. Apalagi ada pandemi Covid-19 ini," kata Bachrodin. 

Dia mengatakan, keberadaan teknologi informasi sangat membantu masyarakat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal pendidikan dan perekonomian. Hal itu semakin terbukti di masa pandemi COVID-19 ini. 

"Sekarang sampai wilayah pegunungan itu anak-anak mencari sinyal agar dapat akses internet. Alhamdulillah di Indonesia sudah 73 persen orang pakai internet," ujarnya. 

Meski begitu, Bachrodin juga mengingatkan adanya sisi negatif dari kemajuan teknologi. Dirinya mengibaratkan kemajuan teknologi informasi seperti pisau yang memiliki sisi positif dan negatif. 

"TIK ini bagaikan pisau. Kalau salah memanfaatkan bisa menusuk diri sendiri. Kalau kita salah menggunakan akan terjebak. Sekarang harus hati-hati dengan UU ITE. Itu bisa membuat kita dipenjara," ucapnya. 

Untuk itu, kata Bachrodin, masyarakat harus bijak dalam menggunkan internet. Termasuk, jangan asal mengunggah konten negatif. 

"Kadang-kadang kita dapat WA dari sebelah, kita enggak baca dulu langsung dikirim lagi. Ternyata isinya fitnah yang bisa menyebabkan kita berurusan dengan hukum. Harus seleksi betul," tuturnya. 

Ia melanjutkan, sejumlah UMKM di berbagai wilayah juga terbantu dengan kemajuan teknologi. Terutama, warung-warung kecil yang sudah mampu memanfaatkan kemajuan teknologi dengan baik. 

"Mereka pakai aplikasi Go Food dan lain sebagainya. Ini betul-betul membantu kita TIK ini. Betul-betul bermanfaat untuk pendidikan dan juga bisnis," kata dia. 

Selain Bachrodin, seminar itu juga menghadirkan narasumber lainnya, yakni Koordinator bidang hukum dan kerja sama Dirjen IKP Kominfo Mediodecci Lustarini dan pakar telematika Roy Suryo. 

Dalam kesempatan itu, Mediodecci menjelaskan soal banyaknya perubahan yang tercipta melalui kemajuan teknologi informasi. Menurutnya, kemajuan teknologi ini membuat semua menjadi lebih mudah.

"TIK membuat inovasi mulai dari berdagang dan lainnya. Proses digitalisasi ini cepat sekali dengan bermodalkan smartphone," ujarnya. 

Dia menilai, keberadaan teknologi juga sangat diperlukan untuk memgakses layanan publik. Apalagi, menurutnya, Indonesia merupakan negara kepulauan yang perlu tersambung satu sama lain dalam hal jaringan internet. 

Mediodecci menjelaskan, BAKTI Kominfo memiliki tugas untuk menyediakan infrastruktur dan ekosistem guna mengatasi kesenjangan digital. Menurutnya, program BAKTI ini menyisir wilayah yang tak tersentuh digitalisasi.

"Kita tidak bisa mengandalkan operator, karena mereka kepentingannya bisnis. Di sini lah tugas negara agar pemerataan pembangunan tercapai," katanya. 

Dia menyebut, daerah 3T adalah prioritas BAKTI Kominfo dalam menyediakan akses tersebut. Hal itu dilakukan agar akses internet bisa tersebar di seluruh Tanah Air. 

"Daerah 3T targetnya di 7940 wilayah. Ini BAKTI kerja sama dengan berbagai pihak. BAKTI sejauh ini sudah membangun 7500 akses," sebut dia. 

"Indonesia diharapkan bisa tersambung semua dalam hal jaringan internet. Dan tujuan kita pada akhirnya adalah memajukan kesejahteraan masyarakat," sambungnya. 

Sementara itu, pakar telematika, Roy Suryo, mengatakan, penggunaan TIK adalah keniscayaan di tengah kemajuan digitalisasi. Meski hidup di ranah nyata, kata dia, tapi yang dikoneksi oleh masyarakat adalah dunia maya.

"Kita di kafe, tapi terkoneksi internet. Jadi orang bisa terkoneksi di mana saja, kapan saja. Ini tugas pemerintah dalam menyediakan akses internet," paparnya. 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID