DPD Salurkan Bantuan untuk Korban Gizi Buruk di Asmat - RILIS.ID
DPD Salurkan Bantuan untuk Korban Gizi Buruk di Asmat

Minggu | 28/01/2018 22.53 WIB
DPD Salurkan Bantuan untuk Korban Gizi Buruk di Asmat
Ketua Komite III Fahira Idris meyerahkan bantuan untuk korban gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat, Papua. FOTO: Hum

RILIS.ID, Jakarta – DPD RI melalui Komite III menyalurkan bantuan secara langsung kepada korban campak dan gizi buruk yang saat ini melanda Kabupaten Asmat, Papua, Minggu (28/1/2018).

Hadir dalam penyerahan bantuan sosial dan peduli kasih tersebut Ketua Komite III Fahira Idris, Wakil Komite III Delis Julkarson Hehi, Abdul Aziz dan anggota Komite III Novita Anakotta serta Pdt. Carles Simaremare.

"Kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk yang terjadi di Kabupaten Asmat merupakan musibah kesehatan yang tidak hanya dirasakan oleh penduduk setempat tapi juga dirasakan keprihatinannya oleh seluruh rakyat Indonesia," ungkap Fahira dari siaran pers yang diterima rilis.id.

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat mencatat setidaknya sudah 63 anak meninggal dunia sejak September 2017 lalu hingga saat ini. Data itu didapat dari hasil pendataan yang dilakukan oleh empat tim terpadu penanggulangan campak dan gizi buruk di Asmat. 

Dari keseluruhan korban jiwa, empat orang meninggal di RSUD Agats dan 59 anak yang meninggal berasal dari tiga distrik yaitu Fayit, Aswi dan Pulau Tiga. Data terakhir dari RSUD Agats, total kasus gizi buruk dan campak sebanyak 568 kasus, sedangkan yang menjalani rawat jalan sebanyak 393 kasus.

"Dalam pandangan Komite III, penanganan KLB campak dan gizi buruk ini harus dilakukan secara cepat, tepat, terencana dan dilakukan secara terpadu lintas instansi dan lembaga," lanjut Senator asal DKI tersebut. 

 Komite III juga mengapresiasi pemerintahan Presiden Jokowi yang cepat tanggap dan mengerahkan Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, TNI, Polri dan Pemda setempat untuk segera melakukan penanganan wabah campak dan gizi buruk di Asmat. 

"Kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi di Asmat maupun tempat lainnya, ujar Fahira.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID