logo rilis
Dokter: Korban Gempa Lombok juga Alami Trauma
Kontributor

13 Agustus 2018, 17:00 WIB
Dokter: Korban Gempa Lombok juga Alami Trauma
Ilustrasi korban gempa Lombok. FOTO: Instagram/@actforhumanity

RILIS.ID, Jakarta— Relawan dokter dari PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan sebagian korban luka gempa Lombok juga mengalami luka pada mental yang menyebabkan trauma berkelanjutan.

Dr Franky Rumondor dari PB IDI mengatakan, korban yang trauma akibat gempa bisa memengaruhi kondisi fisik pasien dan berujung pada penyakit.

"Selain pengobatan fisik, motivasi perlu diberikan untuk membangkitkan semangat pasien. Karena jika mereka dibiarkan dalam keadaan trauma akan berbahaya," kata Franky dalam keterangan pers Kementerian Kesehatan di Jakarta, Senin (13/8/2018).

Franky mencontohkan kasus Mariana, seorang ibu yang mengalami gangguan buang air lantaran trauma pada saat peristiwa gempa. Mariana merasa sangat bersalah terhadap dirinya sendiri karena anaknya yang baru berusia tiga bulan tertimpa reruntuhan tepat di hadapannya.

Mariana yang sedang tertidur bersama anaknya saat gempa terjadi langsung bangun dan menggendong anaknya keluar kamar.

Namun ia terjatuh, bayinya terlepas dari gendongannya dan kemudian tertimpa reruntuhan di depan matanya.

"Jangan sampai Mariana berlarut-larut karena musibah itu. Karena ini tidak baik buat kesehatannya," ujar Franky.

Dia menyebutkan trauma seperti ini juga banyak ditemukan pada korban gempa lainnya.

Laporan Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes menyebutkan, korban luka masih enggan untuk dirawat di dalam gedung pelayanan kesehatan dan memilih untuk dirawat di dalam tenda.

Kementerian Kesehatan menyebutkan masyarakat kelompok rentan hingga saat ini terdiri dari 59.063 ibu hamil, 72.582 bayi, 213.724 balita dan 304.526 lansia.

Sedangkan penyakit paling banyak yang diderita oleh pasien ialah sakit kepala tegang, gastritis (iritasi/radang pada lambung), luka-luka, nyeri sendi, ISPA, hipertensi, penyakit kulit dan lain-lain.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID