logo rilis
Ditembak OTK, DPR Desak Polri Selidiki Tewasnya Dua Warga Poso
Kontributor
Nailin In Saroh
04 Juni 2020, 16:55 WIB
Ditembak OTK, DPR Desak Polri Selidiki Tewasnya Dua Warga Poso
Ilustrasi penembakan. ILUSTRASI: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Komisi III DPR RI meminta Divisi Propam Mabes Polri dan Komnas HAM untuk turun tangan menyelidiki kasus tertembaknya dua warga Kecamatan Poso Pesisir Utara, Syarifudin dan Firman, hingga meninggal. Terlebih, tewasnya dua warga Poso itu diduga dilakukan oleh aparat dari Sulawesi Tengah. 

Anggota Komisi III DPR RI yang membidangi masalah hukum, Arsul Sani meminta agar pimpinan Polri secara khusus memberikan atensi terhadap kasus tertembak dan meninggalnya Syarifudin dan Firman. 

“Untuk menjamin penyelidikan kasus ini, juga untuk meyakinkan DPR maupun publik, maka Komisi III DPR meminta agar Komnas HAM turun tangan untuk melakukan penyelidikan secara tersendiri, agar nanti kedua hasil penyelidikan dari hasil internal Polri dan Komnas HAM bisa dibandingkan,” tegas Arsul kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/6/2020). 

Menurut Sekjen PPP itu, jika saat ini penyelidikan hanya dilakukan secara internal saja maka akan ada kecenderungan publik tidak percaya, meski hasilnya merupakan fakta yang sebenarnya.

Namun begitu, Arsul mengaku optimis bila Kapolri Idham Azis akan menangani kasus tersebut secara serius untuk menjaga citra baik institusi Polri. "Sekaligus sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan keadilan bagi keluarga korban yang meninggal," tutur Wakil Ketua MPR RI itu. 

Arsul juga meminta agar apabila kasus tersebut merupakan salah tembak dan dua korban warga itu tidak ada sangkut pautnya dengan terorisme maupun kejahatan lainnya, maka Polri perlu meminta maaf secara terbuka dan memberikan ganti rugi. “Polri harus minta maaf dan memberi ganti rugi kepada korban,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan dua warga sipil tewas usai ditembak orang tak dikenal (OTK) di Poso Pesisir Utara, Sulawesi Tengah, Selasa (2/6/2020) lalu. Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes (Pol) Ahmad Ramadhan melalui video telekonferensi, Rabu (3/6/2020). 

"Benar telah terjadi penembakan warga Poso di Pesisir Utara pada Selasa, 2 Juni 2020, yang mengakibatkan dua warga meninggal dunia," ungkap Ramadhan.

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID