logo rilis
Dirut PLN Akui Ada Pertemuan dengan Tersangka Suap PLTU Riau-1
Kontributor

29 September 2018, 06:30 WIB
Dirut PLN Akui Ada Pertemuan dengan Tersangka Suap PLTU Riau-1
Dirut PLN, Sofyan Basir. FOTO: RILIS.ID/Tari Oktaviani

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir mengakui pernah melakukan pertemuan dengan para tersangka kasus suap PLTU Riau 1 seperti Eni Maulani Saragih dan CEO Blackgold Natural Resources Limited, Johannes B Kotjo di sebuah hotel. 

Namun, Sofyan Basir menganggap pertemuan itu biasa saja.

"Oh iya (pernah bertemu), kan kebetulan Pak Kotjo pengusaha," katanya usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Jumat (28/9/2018) kemarin.

Sofyan Basir juga mengaku pernah bertemu dengan Direktur Pengadaan Strategis 1 PLN, Nicke Widyawati yang saat ini menjabat sebagai Dirut Pertamina. 
Pertemuan dengan Nicke tersebut, katanya, hanya membicarakan teknis dalam bidang pekerjaannya.

"Oh, enggak itu kalau pembicaraan itu hanya pembicaraan teknis. Enggak ada yang serius," ungkap Sofyan Basir.

Menurut Sofyan, beberapa pertemuan-pertemuan itu bukan untuk membahas proyek PLTU Riau 1 secara khusus. 

Tapi, ia juga enggan menjelaskan secara detail isi pertemuan-pertemuan dengan para pihak lain di kasus ini.

"Enggak ada. Misalkan ada (membicarakan) tingkat suku bunga, iya.Ttapi yang lain sudah disampaikan pada KPK. Jadi nanti sudah saya sampaikan ke KPK," tegasnya.

Sebelumnya  Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih mengaku pernah bertemu dengan Sofyan Basir, untuk kepentingan proyek PLTU Riau-1.

Selain bertemu Sofyan, politikus Partai Golkar itu juga mengaku bertemu dengan mantan Direktur Pengadaan Strategis 1 PT PLN, Nicke Widyawati dan Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN, Supangkat Iwan Santoso.

"Saya kan kenal, karena mereka memang mitra saya, paling enggak kita memang sering ketemu seperti yang sudah saya jelaskan ke penyidik bahwa ada pertemuan dengan Pak Sofyan, Bu Nicke dan Pak Iwan," kata Eni di Jakarta.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka Ketiga tersangka itu antara lain, Wakil Ketua Komisi VII, Eni Maulani Saragih, bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo dan mantan Menteri Sosial, Idrus Marham. 
 

Editor:




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID