logo rilis
Direktur CISA Dorong Keseriusan Pemerintah Menanggulangi Bencana
Kontributor
RILIS.ID
07 April 2021, 11:51 WIB
Direktur CISA Dorong Keseriusan Pemerintah Menanggulangi Bencana
Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa. Foto: Instagram @herrymendrofa.id

RILIS.ID, Jakarta— Bencana banjir bandang dan juga longsor kembali melanda beberapa wilayah di Indonesia. Teranyar terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pengamat Sosial-Politik dari Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) menyampaikan responsnya.

"Hemat saya bahwa faktor alam sudah tidak relevan dijadikan alasan penyebab bencana alam di Indonesia. Harusnya Pemerintah sudah bisa mengantisipasinya," ucap Herry Mendrofa, Direktur Eksekutif CISA melalui keterangan persnya yang diterima Rilis.id, Rabu (7/4/2021).

Herry pun meminta keseriusan dan komitmen pemerintah dalam upaya penyelenggaraan penanggulangan bencana di Indonesia.

"Setahu saya ada anggaran 5 triliun rupiah untuk penanggulangan bencana sudah termasuk mitigasi. Saya melihat justru disinilah faktor ketidaksiapan pemerintah yakni tahapan mitigasi yang dimaksud belum dioptimalkan oleh pemerintah," ujar Herry.

Lebih lanjut Herry menerangkan, bahwa temuan CISA di beberapa wilayah yang dilanda bencana alam di Indonesia mayoritas adalah bencana banjir.

"Hasil survei kami di beberapa tahun belakangan ini, sebanyak 79,4% Bencana Banjir mendominasi bencana di Indonesia. Hal ini harus menjadi evaluasi dari Pemerintah untuk memaksimalkan tahapan pencegahan, tanggap darurat dan pasca bencana," tuturnya.

Selain itu Herry menganjurkan Pemerintah Indonesia bisa belajar dari beberapa negara lainnya di dunia, termasuk Asia Tenggara soal penanganan Banjir.

"Misalnya saja di Malaysia mitigasi bencana banjirnya sudah menjadi sebuah sistem melalui Stormwater Management and Road Tunnel (SMART) atau dengan pola pembangunan radial segaris-bercabang yang mengkombinasikan pengaturan zona lahan dan transportasi publik di Brazil," ungkapnya.

Herry juga mengingatkan, agar pemerintah dan masyarakat memiliki passion yang sama untuk meminimalisasi dampak yang diakibatkan oleh bencana alam.

"Pemerintah memiliki suprastruktur politik, ada kebijakan ada lembaga misalnya BNPB dan Kemensos harus dievaluasi untuk lebih maksimal. Di sisi masyarakat juga tetap konsistem memberikan sumbangsih kritikan yang disertai solusi. Artinya semua pihak berkolaborasi," pungkas Herry. (*)

Editor: Redaksi


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID