Dilarang Pemerintah, Bitcoin Indonesia Siap Berdiri di Negara Lain - RILIS.ID
Dilarang Pemerintah, Bitcoin Indonesia Siap Berdiri di Negara Lain
Ainul Ghurri
Jumat | 02/03/2018 23.38 WIB
Dilarang Pemerintah, Bitcoin Indonesia Siap Berdiri di Negara Lain
Diskusi Membaca Arah Nasib Bitcoin di Indonesia," di Kampus IPMI International Business School, Jakarta. FOTO: RILIS.ID/Ainul Ghurri

RILIS.ID, Jakarta – CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan mengatakan, bila pemerintah melarang keberadaan Bitcoin Indonesia, pihaknya akan berdiri di negara lain agar tetap bisa bertahan dan menyelematkan pelanggannya dari kerugiaan.

"Kalau di Indonesia (Bitcoin) dilarang total, berarti memang Indonesia ini tidak menginginkan devisa, ya kita berdiri di negara lain yang memungkinkan. Kalau jadi industri kan seperti itu," ucapnya dalam diskusi Membaca Arah Nasib Bitcoin di Indonesia di Kampus IPMI International Business School Jakarta, Jumat (2/3/2018).

Oscar menuturkan, selama ini pihaknya terus mengikuti aturan pemerintah, termasuk Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Oscar menegaskan, Bitcoin Indonesia tetap ingin berada di Indonesia, karena dianggap berpotensi mengembangkan usahanya.

"Kami selalu mengikuti regulasi, karena namanya perusahaan harus ikut aturan dengan negara yang bersangkutan. Sebagai perusahaan start up, kami adalah perusahaan yang sangat dinamis, di mana kita berdiri mengikuti regulasi," ungkapnya.

Dengan demikian, lanjut Oscar, pihaknya tetap menunggu peraturan dari BI dan OJK terkait keberadaan dan penggunaan Bitcoin Indonesia. Namun, hingga kini pihaknya belum mengetahui aturan yang akan diterapkan pemerintah ke depan.

"Ya, jadi saya mendukung regulasi," ujarnya.

Sebagai informasi, sejumlah negara melarang peredaran Bitcoin dengan alasan investasi tersebut tidak aman dan tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Transaksi menggunakan Bitcoin juga dianggap berisiko tinggi dan rawan terhadap pencucian uang maupun pendanaan terorisme.

Meski begitu, hingga kini keberadaan dan perdagangan bitcoin masih berlangsung, bahkan makin diminati sebagian masyarakat yang memburu keuntungan. Dengan begitu, keberadaan Bitcoin di Indonesia, cukup sulit untuk dihilangkan dari Tanah Air.

"Bitcoin tidak bisa dimusnahkan, kecuali internet dihapuskan di dunia," tegasnya.
 

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID