logo rilis
Didenda Rp1 Miliar, Travel Circle Dideadline 30 Hari Setor ke Negara
Kontributor
RILIS.ID
05 Maret 2021, 14:30 WIB
Didenda Rp1 Miliar, Travel Circle Dideadline 30 Hari Setor ke Negara
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjatuhkan hukuman denda Rp1 miliar kepada Travel Circle Internasional (Mauritius) Limited karena telah terbukti melakukan keterlambatan pemberitahuan atas pengambilalihan saham yang dilakukannya atas Asian Trails Holding Ltd.

Putusan tersebut dibacakan Majelis Komisi pada sidang Majelis Komisi dengan agenda pembacaan putusan pada Kamis (4/3/2021).

Perkara bernomor 22/KPPU-M/2020 ini berawal dari notifikasi atas pengambilalihan saham oleh Travel Circle Internasional, perusahaan holding yang beralamat di Mauiritus atas Asian Trails Holding Ltd.

Asian Trails Holding Ltd merupakan suatu perusahaan induk (holding) yang memiliki beberapa anak perusahaan di Asia Tenggara yang bergerak di bidang jasa travel pada 29 Juni 2017.

Berdasarkan kewajiban notifikasi dalam pasal 29 UU No. 5 Tahun 1999, tanggal efektif pemberitahuan atau notifikasi adalah 10 Agustus 2017. Tetapi, Travel Circle Internasional baru melakukan pemberitahuan pada 10 Desember 2019.

Berdasarkan fakta, penilaian, analisis dan kesimpulan, Majelis Komisi menyatakan bahwa Travel Circle Internasional (Mauritus) Limited terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 29 UU No. 5 Tahun 1999 juncto pasal 5 PP No. 57 Tahun 2010.

"Untuk itu, Majelis Komisi menghukum Travel Circle Internasional (Mauritus) Limited untuk membayar denda sebesar Rp1 miliar," kata Kepala Biro Humas dan Kerja Sama KPPU Deswin Nur dalam keterangannya, Jumat (5/3/2021).

Travel Circle pun diminta membayarkan denda ke kas negara selambat-lambatnya 30 hari setelah putusan Majelis Komisi.

"Dan menyetorkannya ke kas negara selambat-lambatnya 30 hari setelah putusan berkekuatan hukum tetap," ujar Deswin. (*)

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID