logo rilis
Dibayar Rp15 Juta, Wanita Ini Rela Selundukan Sabu di Organ Vital
Kontributor
Tari Oktaviani
11 Februari 2020, 11:50 WIB
Dibayar Rp15 Juta, Wanita Ini Rela Selundukan Sabu di Organ Vital
Ilustrasi Narkoba. RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Surabaya— Seorang wanita bernama Lin Ayunda menjadi tersangka penyelundupan sabu dari Malaysia ke Surabaya. Tak tanggung-tanggung, untuk menutupi sabu tersebut, ia memasukannya ke dalam organ vital. 

"Saya masukkan ke dalam kemaluan dan dubur," kata Lin kepada pihak kepolisian, Senin (10/2/2020).

Berat sabu yang dimasukan ke organ vital seberat 212, 81 gram. Upayanya itu dilakukan saat menuju ke bandara. Hal ini dilakukan guna lolos dari pemeriksaan di bandara. 

Benar saja ia lolos pemeriksaan bandara Batam dan Juanda. Namun Lin apes lantaran ketahuan oleh polisi saat hendak masuk di Apartemen di Jalan Kedung Baruk Surabaya untuk menemui pembeli sabu. 

Kepada polisi Lin akhirnya mengaku sudah dua kali mengirim paket sabu-sabu atas perintah insial RT di Lapas Batam. Lin membawa paket sabu langsung dari Johor Malaysia ke Batam menggunakan kapal Ferry.

Selanjutnya, ia menggunakan pesawat tujuan Surabaya membawa paket sabu-sabu tersebut untuk diserahkan ke seorang penerima di Surabaya. 

Lin mengatakan bahwa ia disuruh oleh atasannya agar barang sabu itu dimasukan ke organ vitalnya guna lolos dari pemeriksaan. "Ya disuruh masukkan ke situ biar aman, kata atasan saya," ujarnya.

Paket sabu itu dibuntal dengan lakban berwarna hijau itu terdiri dari tiga poket masing masing berisi 57,9 gram, 59,91 gram dan 95,00 gram.

Wakasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, Kompol Heru Dwi Purnomo menyampaikan bahwa Lin dibayar sebesar Rp15 juta rupiah. 

"Di sini dikirim terus ditinggal pergi. Sampai ada konfirmasi barang diterima. Nanti upahnya per kirim itu dapat Rp 15 juta," kata Heru kepada Tribunjatim.com, Senin (10/2/2020).

Menurutnya kasus ini terbongkar berdasarkan hasil pengembangan bahwa akan ada penyelundupan sabu dari Johor, Malaysia ke Surabaya sebagai penerimanya. Polisi pun mulai mencurigai kedatangan Lin di terminal kedatangan bandara Juanda.

"Kami lakukan pengintaian sampai di sebuah apartemen di Jalan Kedung Baruk Surabaya. Disana kami lakukan penangkapan dan penggeledahan," tambah Heru.

 

 

 

Sumber: Tribunnews




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID