logo rilis
Di Tengah Pandemi Corona, Komunitas Ini Panen Perdana Jeruk di Batang
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
06 Juni 2020, 16:16 WIB
Di Tengah Pandemi Corona, Komunitas Ini Panen Perdana Jeruk di Batang
Presiden Komunitas Repoeblic Djeruk Kabupaten Batang, Isnen Ambar Santosa, mengecek kondisi kebun jeruk dari para petani. FOTO: Dok. Komunitas Repoeblic Djeruk Kabupaten Batang

RILIS.ID, Batang— Sejumlah petani dan beberapa pihak yang tergabung dalam komunitas Repoeblic Djeruk Batang bersiap melakukan panen perdana jeruk di Kabupaten Batang Jawa Tengah. Hal ini cukup mengejutkan karena umumnya jeruk mulai panen dalam 3 sampai 3,5 tahun setelah masa tanam. 

Dengan begitu, panen jeruk di Kabupaten Batang bisa maju 1 sampai 1,5 tahun dari target. Salah satu lokasi yang sudah hampir panen adalah di Kebun Buah Dinas Pangan dan Pertanian yang berlokasi di Desa Clapar, Kecamatan Subah.

Presiden Komunitas Repoeblic Djeruk
Kabupaten Batang, Isnen Ambar Santosa, SP, mengatakan di wilayah itu jeruk ditanam di lahan seluas 2 hektare dengan 3 inovasi teknologi yaitu kebun produksi, varietas unggul baru dataran rendah dan penanaman sistem tanam rapat atau Sitara.

Panen perdana jeruk di tengah pandemi COVID-19 merupakan berita gembira karena menjadi harapan penguat perekonomian di tingkat desa. Jeruk juga buah yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia, mengandung vitamin yang baik untuk kesehatan dan daya tahan tubuh.

"Setelah era pandemi berlalu atau pada masa new normal, panen di kebun-kebun jeruk petani maupun yang dikelola oleh Pemkab Batang bisa menjadi atraksi wisata, khususnya wisata agro berupa petik jeruk maupun wisata edukasi," kata Isnen dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/6/2020). 

Isnen menuturkan, keberadaan kebun-kebun jeruk itu diawali dengan tanam perdana pada 2018, Pemerintah Kabupaten Batang dan Kementerian Pertanian melalui Balai Penelitian Jeruk dan Buah Sub Tropika (Balitjestro) bekerja sama mengupayakan pengembangan kawasan jeruk di Kabupaten Batang.

Berlokasi di 14 Kecamatan, total ada 44 ribu bibit jeruk yang telah dibantukan dan ditanam di lahan seluas 88 hektare, terbagi dalam blok-blok yang dikelola oleh petani. Masing-masing blok luasnya minimal 2 ribu meter persegi. 

"Selain bantuan bibit, dilakukan pula pendampingan, pelatihan dan monitoring oleh Balitjestro dan pemkab," paparnya. 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID