logo rilis
Di Bawah Biden Perang Dagang Berakhir? Ini Kata Menkeu Cina...
Kontributor

13 November 2020, 16:30 WIB
Di Bawah Biden Perang Dagang Berakhir? Ini Kata Menkeu Cina...
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supartman

RILIS.ID, Jakarta— Perselisihan perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina mungkin tidak akan mereda dalam waktu dekat bahkan jika Joe Biden menjadi presiden AS, kata mantan menteri keuangan Cina Lou Jiwei, Jumat.

Lou, yang sekarang sudah pensiun dan menjabat sebagai anggota badan konsultatif parlemen Cina, membuat pernyataan tersebut selama acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Caixin di Beijing.

Ketika ditanya tentang prospek hubungan ekonomi dan perdagangan AS-Cina setelah pemilihan presiden AS, mantan menkeu Cina yang sifatnya blak-blakan itu berkata, "Bahkan jika Biden terpilih, penindasan AS terhadap Cina tidak akan terhindarkan."

Lou menyerukan pragmatisme dalam hubungan perdagangan AS-Cina, mengatakan bahwa sulit bagi AS untuk memotong defisit perdagangannya, mengingat posisi dolar sebagai mata uang global yang dominan.

"Setelah empat tahun, defisit perdagangan (dengan Cina) masih melebar. Kita perlu kembali ke akal sehat dan kembali ke ilmu pengetahuan. Semua orang harus berakal sehat," kata Lou.

Pemerintahan Trump melancarkan perang perdagangan dengan Cina pada pertengahan 2018. Trump menuntut Cina melakukan reformasi struktural besar-besaran untuk membuka pasarnya dan membeli lebih banyak dari Amerika Serikat.

Sejak itu, kedua negara telah memberlakukan tarif yang memengaruhi barang bernilai miliaran dolar, menyebabkan guncangan parah pada rantai pasokan global.

Namun, Lou mengatakan dia akan sangat optimistis tentang hubungan perdagangan jika Presiden AS Donald Trump tetap menjabat.

Lou juga mengatakan sudah waktunya untuk mempelajari keluarnya Cina dari kebijakan moneter akomodatifnya, tetapi bukan dari strategi stimulus fiskalnya.

Wakil gubernur Bank Rakyat Cina (PBOC) Liu Guoqiang pekan lalu mengatakan bahwa bank sentral akan mempertimbangkan perubahan kebijakan ketika ekonomi pulih. Namun, kata dia, bank sentral tidak akan bertindak tergesa-gesa, dan perubahan apa pun dibuat berdasarkan penilaian ekonomi yang akurat.

Lembaga-lembaga keuangan harus bertekad untuk mengurangi tingkat utang secara tertib dan mencegah pemulihan yang dipicu utang, kata Lou.

Sumber: Reuters/Antara


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID