logo rilis
Desain Ekonomi Terpimpin
kontributor kontributor
Yudhie Haryono
30 Maret 2017, 12:53 WIB
Pengamat ekonomi politik, bekerja sebagai Dosen dan Direktur Eksekutif Nusantara Center
Desain Ekonomi Terpimpin

Pada janjinya, demokrasi liberal adalah menjamin kebebasan individu dan membolehkan penjual apa saja (agama, BUMN, kayu, dan negara sekalipun) bisa menjadi presiden dan pejabat publik lainnya.

Tugas demokrasi liberal adalah mengakumulasi kekayaan konglomerat dan menggerogoti kekayaan kaum miskin. Membagi tanah buat si kaya dan menyuruh si miskin bayar air yang keluar dari tanahnya.

Sedang praktik demokrasi liberal adalah memastikan kesenjangan dan ketergantungan; membuat kota-kota baru yang kumuh dan macet; mentradisikan hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas; memproduksi drama dan sinetron yang melelapkan warga dari daya kritis-konstruktif.

Singkatnya, kita akan dapati bahwa ciri-ciri demokrasi liberal adalah: 1) Negara yang lemah pada kontrol alokasi SDA & SDM; 2) Kekuasaan eksekutif dibatasi oleh pasar dan kekuatan kapital; 3) Kekuasaan yudikatif dibatasi oleh oligarki dan kleptokrasi yang bersifat predatorik; 4) Kekuasaan legislatif bersekutu dengan kartel merampok SDA & SDM; 5) Kelompok minoritas (agama, etnis, dan ras) boleh berjuang untuk memperjuangkan nasibnya, tapi negara tidak menjamin apa-apa. Sebab, negara absen dari problem publik.

Karena alasan-alasan di atas, sebagian pendiri Republik menolak berlakunya demokrasi liberal di Indonesia. Sebab, selain bertentangan dengan kebijaksanaan lokal, ia mengkhianati nilai-nilai kemanusiaan universal, menihilkan kewarasan dan mengabsenkan nasihat agama. Sebagai antitesisnya, dibuatlah demokrasi terpimpin. Ini konsep genius saat kita memilih kemerdekaan. Sebab, revolusi adalah perjuangan yang terpimpin. Tanpa kepemimpinan, revolusi hanya kerumunan. Pasti kalah dan bendera tak akan berkibar; nasib warga makin hancur.

Dalam demokrasi terpimpin, tidak semua orang bisa dan boleh memimpin. Hanya yang punya ide, gagasan, moralis, dan dahsyat yang diperbolehkan. Sebab, kepemimpinan adalah soal imaji dan kemahacerdasan, bukan soal takdir semata. Dari demokrasi terpimpin, lahirlah ekonomi terpimpin. Inilah sistem ekonomi di mana perilaku ekonomi ditentukan oleh pemimpin yang benar karena mengambil keputusan atas sebagian besar masalah ekonomi tentang apa yang harus diproduksi, bagaimana memproduksinya, dan siapa yang mengonsumsinya.

Sistem perekonomian terpimpin ditunjukkan dengan kecerdasan sentral pengambilan keputusan. Para pemimpin pemerintahan selaku pengambil keputusan tersentralisasi dalam menetapkan rencana yang terperinci dan kompleks, sehingga memberikan komando ekonomi kepada segenap bawahan dan warga negara. Karena itu, sistem perekonomiannya disebut juga sistem ekonomi terencana secara sentral plus nalar. Dengan demikian, dalam sistem perekonomian terpimpin, negara hampir memiliki dan menguasai semua sarana produksi (tanah, uang, dan modal lainnya).

Di samping itu, negara mengatur secara langsung operasi semua perusahaan di berbagai sektor industri. Jadi, negara via BUMN merupakan pemilik dan regulator bagi semua angkatan kerja dan menentukan bagaimana mereka harus melaksanakan pekerjaannya. Negara menentukan juga komposisi barang yang harus diproduksi dan pendistribusiannya kepada semua warga negara. Dengan demikian, dalam perekonomian terpimpin, pemerintah merupakan pemegang pengambilan keputusan secara sentral yang menjawab masalah-masalah ekonomi utama melalui kepemilikan dan penguasaan atas sumber daya ekonomi melalui kekuasaan untuk mengambil dan memaksakan keputusan kepada warga negaranya.

Di sini, nasionalisasi dan redistribusi kekayaan nasional menjadi penting dan niscaya. Sebab, program itulah proyek negara postkolonial.

Dengan demikian, ciri-ciri dari sistem ekonomi terpimpin adalah: 1) Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai negara; 2) Hak milik perorangan diakui sepanjang halal dan sah; 3) Seluruh kebebasan ekopol dalam kegiatan perekonomian diperuntukkan demi pemerataan ekonomi, kesejahteraan, dan keadilan; 4) Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh, dari, dan untuk wakil warga negara yang ada di MPR dan dikerjakan oleh eksekutif; 5) Semua kegiatan ekopol digerakkan demi tegak dan bermartabatnya seluruh warga negara dan seluruh tumpah tanah-udara-air secara mondial berkelanjutan.

Dengan ciri itu, maka kelebihan sistem ekonomi terpimpin adalah: 1) Negara bertugas lebih jelas dalam pembelaan dan kehadirannya; 2) Negara lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran, kebodohan, ketimpangan, dan kemiskinan; 3) Pasar barang dalam negeri berjalan lancar; 4) Negara dapat turut campur dalam hal pembentukan harga, produksi, dan industri; 5) Negara relatif mudah melakukan distribusi pendapatan, sehingga jarang terjadi krisis ekonomi yang akut; 6) Negara melindungi dan memastikan kesejahteraan dan keadilan seluruh tumpah darah.

Kini, kenapa elite kita memilih demokrasi liberal? Jelas, karena mereka tak punya ide dan gagasan. Kelasnya tukang dan pengekor. Akhirnya, mereka jadi budak dan koloni dari negara lain yang lebih cerdas dan buas. Inilah buah dari elite yang melarat; elite yang korup; elite yang tak punya urat.


#Demokrasi Terpimpin
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID