Delegasi Indonesia Minta Nigeria Tidak Hambat Produk Ekspor - RILIS.ID
Delegasi Indonesia Minta Nigeria Tidak Hambat Produk Ekspor

Sabtu | 17/06/2017 16.31 WIB
Delegasi Indonesia Minta Nigeria Tidak Hambat Produk Ekspor
Ilustrasi pengiriman produk ekspor. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta — Dalam lima tahun terakhir, yaitu antara 2012 sampai dengan 2016, perdagangan bilateral antara Indonesia dan Nigeria mengalami penurunan. Yakni dari nilai 3,1 miliar dolar AS pada 2012 menjadi 1,6 miliar dolar AS pada 2016. Menurut Duta Besar Indonesia untuk Jenewa, Sondang Anggraini, penurunan ini salah satunya disebabkan karena Nigeria menerapkan hambatan perdagangan terhadap produk ekspor dari Indonesia.

"Penurunan tersebut akan berlanjut bila Nigeria tidak menghapus hambatan perdagangan terhadap jenis produk yang diekspor Indonesia," kata Sondang dalam sesi pleno Trade Policy Review (TPR)  ke-5 di World Trade Organization (WTO), Kamis (15/6/ 2017), seperti dituliskan dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta.

Dalam proses (TPR) ke-5 di WTO, Pemerintah Indonesia secara spesifik meminta Nigeria untuk menghapus hambatan non-tarif, seperti kebijakan bank sentral Nigeria yang menyulitkan importir bagi 41 barang tertentu untuk memperoleh valuta asing dari lembaga keuangan di Nigeria.

Di antara 41 produk dimaksud adalah produk ekspor Indonesia seperti furnitur, semen, sabun, dan minyak sawit. Indonesia juga menanyakan kepada Nigeria basis, termasuk basis ilmiah, dari penentuan hambatan terhadap 41 kategori barang tersebut.

Selain itu, Pemerintah Indonesia mempermasalahkan kebijakan non-tarif lainnya, seperti pemberlakuan daftar larangan impor Nigeria yang melarang import barang tertentu, termasuk produk semen, sabun mandi, deterjen, alas kaki, dan furnitur dari Indonesia.

Pemerintah Indonesia juga meminta Nigeria menjelaskan alasan dari pelarangan impor tersebut, termasuk alasan dalam melanggar ketentuan WTO, sebagaimana yang dilakukan Nigeria dengan melarang import produk-produk tersebut.

Proses evaluasi ke-5 terhadap kebijakan perdagangan Nigeria itu telah ditutup. Namun demikian , delegasi Indonesia dikabarkan akan terus memantau tanggapan pihak Nigeria atas pertanyaan tambahan dari Indonesia.

Sumber Antara


Tags
#wto
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID