Data Pribadi Denny Siregar Bocor, PSI Bereaksi - RILIS.ID
Data Pribadi Denny Siregar Bocor, PSI Bereaksi
Zulhamdi Yahmin
Selasa | 07/07/2020 22.10 WIB
Data Pribadi Denny Siregar Bocor, PSI Bereaksi
Ilustrasi: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bereaksi terhadap insiden kebocoran data pribadi yang menimpa penggiat media sosial Denny Siregar. Juru Bicara PSI, Sigit Widodo pun mendesak DPR-RI untuk segera mengesahkan RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP). 

Apalagi, kata Sigit, kasus kebocoran data pribadi marak terjadi di Indonesia. Sebelumnya juga terjadi kebocoran data 91 juta pengguna Tokopedia dan data pribadi pasien COVID-19, baru-baru ini. 

"Ini menjadi bukti pentingnya perlindungan data pribadi. Oleh karena itu, kami mendesak DPR untuk segera mengesahkan RUU PDP," kata Sigit, di Jakarta, Selasa (7/7/2020).

“Kebocoran data pribadi yang menimpa siapapun warga negara Indonesia merupakan kejahatan serius. Sudah saatnya Indonesia memiliki Undang-undang yang melindungi keamanan data pribadi warganya," lanjutnya. 

Dengan disahkannya RUU PDP menjadi Undang-undang, menurut Sigit, perusahaan yang mengumpulkan data pribadi akan lebih serius lagi menjaga keamanan data pelanggannya.

"Jika teledor, perusahaan tersebut bisa dipidana, dan tentu saja orang atau  pemilik akun media sosial yang menyebarkannya juga akan turut dipidana," ujarnya.

Data pribadi Denny Siregar sebelumnya disebarkan oleh akun Twitter anonim @Opposite6891. Akun dengan pengikut 43 ribu ini dalam posting dua hari silam menyebarkan data pribadi yang terdiri dari nama, alamat, NIK, KK, hingga data teknis terkait perangkat ponsel, seperti IMEI, sistem operasi, hingga OS, dan jenis kartu SIM yang digunakan.

Menurut Sigit, data pribadi ini kemungkinan besar diperoleh  dari operator ponsel yang digunakan Denny. "Bisa dari hasil peretasan atau dari penyedia layanan yang mendapat akses dari operator," ujar Sigit.

Sigit menegaskan, Telkomsel sebagai operator harus bertanggung jawab terhadap kebocoran data tersebut.

"Jangan hanya berkilah secara normatif dengan mengatakan Telkomsel sudah memiliki ISO 27001. Kebocoran data ini membuktikan, prosedur keamanan Telkomsel yang disertifikasi dengan ISO 27001 itu tidak berhasil melindungi data pelanggannya," tandasnya.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID