logo rilis
Danu Mirwando, Politisi Muda dan Pemimpin Jujur
Kontributor
RILIS.ID
09 Juli 2018, 11:05 WIB
 Danu Mirwando, Politisi Muda dan Pemimpin Jujur
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

BANYAK anak muda menganggap politik itu kotor dan jahat. Tapi tidak untuk Anggota DPRD Palembang Danu Mirwando. Bagi Danu, terjun politik merupakan kebanggaan apalagi diberi amanah dari rakyat langsung.

Berawal dari sekedar membantu masyarakat sampai dipercaya sebagai wakil rakyat bukanlah hal yang mudah. Ia optimistis jabatan yang diembannya akan merubah nasib masyarakat Palembang. Pasalnya, di kota pempek itu masih banyak orang yang tak punya pekerjaan alias pengangguran.

Karena itu, ia punya mimpi besar untuk kota Palembang yang lebih baik lagi. Dalam kesempatan itu, rilis.id sempat mewawancarai Danu Mirwando terkait dirinya terjun ke politik hingga bertekad meningkatkan perekonomian di Palembang. Berikut petikan wawancaranya.   

Bisa diceritakan, kenapa terjun ke politiK?

Awalnya itu di tempat tinggal saya itu banyak orang minta tolong, dipikirannya pengusaha itu segala-galanya. Padahal yang ngatur itu pemerintah. Jadi saya tergesit terjun politik dari situ. Kalau jadi politikus anggota DPRD, bisa dong bantu-bantu. Kalau jadi PNS dan polisi umur saya sudah lewat.

Saat ini, poltik di mata anak muda kurang diminati karena banyak yang menganggap bahwa politik itu jahat. Bagaimana tanggapan mengenai hal itu?

Anak-anak muda pesimis dengan politik itu karena adanya ketimpangan terutama masalah hukum. Karena tajam ke bawah tumpul ke atas. Lalu pesimis politik itu juga dipikirannya politik itu kotor. Intinya politik itu jelek. Padahal mah enggak itu, bisa mengabdi kepada rakyat dan negara. Pesan untuk anak-anak muda ayolah mengabdi ke negara salah satunya terjun ke politik. Bergabung ke partai politik ayolah.

Keluarga ada yang terjun politik?

Keluarga ada. Jadi memang ada dan semuanya campur. Ada PNS, dokter, polisi, TNI, pengusaha justru sekarang masih aktif terjun politik dan anggota DPRD sampai wali kota Palembang.

Punya idola atau inspirasi politik? 

Kalau untuk sekarang idola politik saya Ridwan Kamil (wali kota Bandung atau Gubernur Jawa Barat terpilih). Dia berpolitik santai, luwes. Enggak kelihatan ambisi, dia bisa masuk semua lini. Itu bisa jadi panutan kita. Kalau untuk di Sumsel banyak tokoh-tokohnya seperti Syahrial Oesman (mantan Gubernur Sumsel) dan Alex Noerdin (Gubernur Sumsel). Kalau nasional, Pak Surya Paloh (Ketua Umum Partai NasDem). Dia enggak ambisi orangnya. Dia selalu mencontohkan rakyat banyak yah kalau berpolitik jangan berambisi. Karena kalau di politik ambisi yah masuk jurang. Harus bisa menerima kenyataan karena saat ini saya belum mampu. Mungkin nanti, artinya kalau ada niat cita-cita mau jadi presiden harus berbuat saja dulu.

Menurut Kak Danu, Rakyat itu butuh apa?

Rakyat itu butuh pemimpin yang jujur. Pemimpin yang bisa memberikan mereka hidup lebih baik. Kalau saya berfikir seperti itu. Tanpa rakyat pasti ekonomi kita enggak akan jalan. 

Kalau waktu senggang, aktivitas apa yang Kak Danu lakukan?

Kalau waktu senggang, saya hobinya olahraga kalau enggak ada jadwal di DPRD. Kalau olahraga macam-macam boxing, Golf dan main motor gede.

Kenapa Kak Danu berlabuh ke Partai NasDem untuk menjadi Anggota DPRD Palembang?

NasDem beda dengan partai lain. Saya lihat figur Surya Paloh, beliau sosok negarawan yang enggak ambisius. Kalau pidato berapi-api. Partai NasDem enggak ada politik mahar. Justru kader NasDem, kalau jadi kader kita di sekolahkan. Partai kita melihat keadaan pemerintah. Di NasDem tidak ada bersebrangan selalu sejalan. 

Apa target Kak Danu ke depannya khususnya untuk kota Palembang?

Ke depan saya mencalonkan lagi. Karena saya punya PR. Kalau tidak, program-program yang saya punya tidak jalan kembali. Program saya yang belum terjalan, yakni UMKM. Karena banyak pengangguran, di Dapli saya. Infrastruktur hampir terpenuhi kalau UMKM itu penting. Karena saya, ada keterbatasan. Yang diperlukan mereka dana untuk berubah. Seperti tukang ojek mau berdagang tapi enggak ada dana. Itu PR yang belum terlaksana karena saya bukan kepala daerah yang bisa buat program. 

Apa harapan Kak Danu untuk kota Palembang?

Semoga bapak wali kota terpilih (Harnojoyo) bisa perhatikan rakyat kecil yang mau usaha seperti buka warung usaha rumahan. Karena itu bisa meningkatkan ekonomi rakyat. Harapan wali kota terpilih, jangan melihat rakyat kerja seperti gojek dan grab. Mereka itu terpaksa. Kalau ada peluang kerja yang menjamin mereka hidup dan masa depan, mereka akan pindah.   

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)