Dana Dikorting, Bekraf Tetap Sediakan Modal Rp6 Miliar - RILIS.ID
Dana Dikorting, Bekraf Tetap Sediakan Modal Rp6 Miliar

Jumat | 21/07/2017 17.38 WIB
Dana Dikorting, Bekraf Tetap Sediakan Modal Rp6 Miliar
Bekraf melakukan penghematan anggaran dan permodalan ikut dikurangi. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melakukan penghematan anggaran dan dana yang dipotong lewat APBN-P 2017 senilai Rp204 miliar dari total Rp906,4 miliar. Akibat penghematan ini, sejumlah program pun menyesuaikkan.

Misalnya untuk permodalan nnonperbankan total dana yang digelontorkan mencapai Rp6 miliar. Dana terseut diaggarka untuk pelaku usaha ekonomi kreatif di sektor kuliner dan aplikasi digital serta game developer melalui program bantuan insentif pemerintah (BIP).

Nilai tersebut, turun dari sebelumnya sebesar Rp10,8 miliar karena adanya efisiensi APBN-P 2017.

"Total anggarannya dipotong karena efisiensi, karena memang diambil dari APBN 2017. Program ini sudah dianggarkan sejak awal," kata Deputi Bidang Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo dalam jumpa pers "Bekraf Game Prime" di Jakarta, Jumat (21/7/2017).

Fadjar menjelaskan program BIP yang baru dilaksanakan pada tahun pertama ini bertujuan memberi pendanaan kepada perusahaan rintisan startup company yang belum memiliki aset yang besar.

BIP merupakan skema bantuan penyaluran modal nonperbankan kepada pelaku usaha ekonomi kreatif (ekraf) berupa penambahan modal kerja dan investasi aktiva tetap yang difasilitasi Bekraf.

Diharapkan pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas bisnis maupun produksinya dalam bentuk penambahan modal melalui program tersebut.

"Maksimal per penerima akan mendapat Rp200 juta sesuai kebutuhannya. Nanti ada laporannya jadi bisa diawasi penggunaannya," tuturnya.

Fadjar menuturkan saat ini program bantuan tersebut memang masih diberikan untuk dua subsektor ekraf, namun ke depan akan dikembangkan untuk subsektor lainnya.

Pemilihan subsektor kuliner dan aplikasi digital dan game didasarkan pada kategori subsektor unggulan dan prioritas yang dikelompokkan Bekraf.

Subsektor kuliner, fesyen dan kerajinan tangan (craft) menjadi tiga subsektor unggulan. Sementara film, aplikasi digital dan game serta musik menjadi subsektor prioritas.

Untuk mendapat akses permodalan BIP, pelaku usaha ekonomi kreatif dapat mendaftar secara daring (online) di situs resmi Bekraf yang dibuka mulai 13 Juli 2017 sampai penutupan pada 24 Juli 2017.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID