logo rilis
Dampak COVID-19, Luhut Sebut Sektor Wisata Pulih 10 Bulan Lagi
Kontributor
Nailin In Saroh
02 Juni 2020, 23:00 WIB
Dampak COVID-19, Luhut Sebut Sektor Wisata Pulih 10 Bulan Lagi
Ilustrasi pariwisata. ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi S.

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan bahwa negara akan kesulitan memulihkan sektor pariwisata Indonesia. Sebab menurut dia, setidaknya Indonesia membutuhkan waktu hingga 10 bulan ke depan untuk memulihkan kembali geliat pariwisata khususnya mancanegara lantaran dampak dari pandemi COVID-19.

Hal tersebut, kata Luhut, berdasarkan data World Travel and Tourism Council (WTTC) yang menyatakan krisis di sektor pariwisata yang diakibatkan pandemi dan instabilitas politik membutuhkan waktu pemulihan rata-rata 10 bulan.

"Dari studi yang kita lakukan, memang kalau ada serangan teror dua bulan akan susah. Tapi karena COVID-19 ini, itu dihitung 10 bulan baru bisa recovery. Memang betul-betul painful (menyakitkan) banget buat kita," ujar Luhut dalam webinar yang dipantau di Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Berbeda dari dampak pandemi, kata Luhut, krisis di sektor pariwisata yang diakibatkan terorisme dan bencana alam justru membutuhkan waktu pemulihan yang lebih singkat, yakni antara 1-2 bulan.

"Data tersebut juga mengungkapkan bahwa tren menunjukkan proses pemulihan sektor pariwisata akibat pandemi, instabilitas politik, dan terorisme berlangsung lebih cepat dari 26 bulan pada 2001 menjadi 10 bulan pada 2008. Ini lantaran perkembangan teknologi, kerja sama antarnegara yang semakin kuat hingga tersedianya sistem kelembagaan yang lebih tertata," jelasnya. 

Atas situasi pandemi COVID-19 yang belum berakhir, Luhut mengatakan, pemerintah akan mendorong kontribusi wisatawan domestik. Pasalnya, wisata domestik baru berkontribusi sebesar 55 persen. 

"Kita mau seperti negara lain bisa 70 persen dan itu akan membuat ekonomi kita cukup berputar," katanya.

Luhut menambahkan, berdasarkan data WTTC, sejumlah negara maju memiliki ketahanan tinggi karena sumber pemasukan utama sektor pariwisata berasal dari wisatawan domestik yang mencapai lebih dari 70 persen. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong perbaikan spot wisata saat ini. 

"Sehingga saat orang datang, spot tourist (tempat wisata) akan bagus nanti sekitar September, Oktober tahun ini," pungkas mantan Menko Polhukam itu. 
 

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID