Dalih Perangi Radikalisme, KAMMI: Presiden Jangan Campur Tangan Pemilihan Rektor - RILIS.ID
Dalih Perangi Radikalisme, KAMMI: Presiden Jangan Campur Tangan Pemilihan Rektor

Kamis | 08/06/2017 13.09 WIB
Dalih Perangi Radikalisme, KAMMI: Presiden Jangan Campur Tangan Pemilihan Rektor
Mahasiswa KAMMI saat bertemu dengan Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Pimpinan Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Bidang Kebijakan Publik, Riko Tanjung, mengatakan tidak sepakat kampus dijadikan tempat untuk tumbuh dan berkembangnya paham radikalisme, liberalisme, sekuler dan atheis yang anti Pancasila. 

Di sisi lain terkait wacana pemilihan rektor perguruan tinggi negeri oleh presiden lantaran dilandasi kekhawatiran itu, justru malah akan menjadi bumerang bagi kampus. Kampus yang kini sudah kondusif berangsur bisa malah mundur ke belakang. mematikan demokrasi di kampus.

"Tidak relevan, karena selama ini  pemerintah sudah diwakili oleh menteri yang punya suara 35 persen suara dan di kampus  juga telah menjalani proses seleksi yang ketat dan bertingkat," jelasnya kepada rilis.id, Kamis (8/7/2017).

"Ini yang kita bilang mematikan ruang demokrasi, karena bisa membungkam mahasiswa yang kritis terhadap pemerintah," ucapnya lagi. 

Ia mengajak semua mahasiswa untuk peduli kondisi bangsa dan menolak wacana pemilihan rektor oleh presiden karena bisa membahayakan idependensi dunia kampus. Sedangkan untuk Presiden Jokowi, ia menghimbau seharusnya pemerintah fokus merealisasikan janji-janji politiknya. 

"Menyejahterakan rakyat, memperkecil kesenjangan sosial, penegakan hukum yang berkeadilan," tutupnya.


Tags
#pemilihan rektor
#kammi
#campur tangan presiden
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID