Daftar 'Korban' Korupsi Nazaruddin - RILIS.ID
Daftar 'Korban' Korupsi Nazaruddin

Jumat | 23/02/2018 15.16 WIB
Daftar 'Korban' Korupsi Nazaruddin
M Nazaruddin. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta – Terpidana berbagai kasus korupsi, Muhammad Nazaruddin, telah divonis 13 tahun penjara. Selain untuk memperkaya dirinya, Nazar ditengarai menjadi 'ATM berjalan' bagi partai dan koleganya saat itu.

Dari data yang dihimpun rilis.id, Jumat (23/2/2018), dalam modus memperkaya dirinya, Nazar juga mengorbankan orang lain, termasuk mantan karyawannya di beberapa perusahaan yang sempat dimilikinya.

Berikut nama beberapa 'korban' korupsi Nazaruddin:

1. Rosalina Mindo Manulang Direktur Marketing Permai Group dan juga menjadi direktur PT Anak Negri, Proyek Wisma Atlet Kementrian Olahraga dan Kesehatan, sudah menjalani vonis 2,5 tahun dan denda pengadilan sebesar Rp100 juta.

Rosalina merupakan korban pertama kasus Nazaruddin, Rosa dipaksa bersaksi tidak mengenal Nazaruddin.

Rosa pernah mendapat kekerasan saat di penjara KPK (Rutan Pondok Bambu). Sehingga Rosa sampai dengan saat ini masih trauma dengan urusan kasus Nazaruddin dan lebih banyak pasif.

2. Asep Aan Priadi, staf marketing Permai Group dan juga menjadi direktur PT Sanjico, proyek Alkes Kalteng RSUD dr Murjani Sampit, sedang menjalani vonis di penjara sampit, Kalimantan Tengah, dengan vonis 10 thn penjara. Kerugian negara Rp3,8 miliar namun diganti dengan 4 tahun penjara, denda subsidar Rp250 juta juga diganti dengan 4 bulan penjara. Jadi total penjara Asep 14,5 tahun dimulai Desember 2013.

Kasus ini merupakan proyek tahun 2012, terlihat tidak ada pencegahan dari KPK dalam penindakan korupsi tersebut. Kasus ini sudah dilaporkan ke KPK, tidak ada tindakan KPK dalam kasus ini. Sudah 3 tahun Asep Aan tidak pernah bertemu dengan keluarga, karena keluarga tinggal di Tanggerang.

3. Devi Reza Raya, staf administrasi Permai Group dan juga menjadi direktur PT Bina Inti Sejahtera yang menggarap Proyek RSUD Kraton Solo. Devi sedang menjalani vonis di penjara Semarang, dengan vonis 3 thn penjara. Kerugian negara mencapai Rp4,5 miliar dengan subsider 1 tahun 9 bulan kurungan, denda subsidair Rp50 juta namun diganti dengan 3 bulan penjara, saat ini sedang mengajukan banding. 

Kasus ini merupakan proyek tahun 2012, sehingga terlihat tidak ada pencegahan dari KPK dalam penindakan korupsi

Kasus ini sudah di laporkan ke KPK, tidak ada tindakan KPK dalam kasus ini.

4. Sulistyo Nugroho alias Yoyok, staf marketing Permai Group. Di proyek ini dia sebagai PIC dari PT Bina Inti Sejahtera, yang menggarap Proyek RSUD Kraton Solo dengan ancaman 4 tahun penjara, ancaman kerugian negara Rp4,5 miliar dan sudah ditahan di penjara Semarang, sedang menjalani persidangan di Tipikor Semarang.

Kasus ini merupakan proyek tahun 2012, sama dengan Devi Reza Raya. Kasus ini sudah di laporkan ke KPK, tidak ada tindakan KPK dalam kasus ini.

5. Bayu Wijakongko, wakil Direktur Marketing Permai Group dan Direktur PT Pasific Putra Metropolitan. Kasus proyek pengadaan pesawat latih jenis sayap tetap 'fixed wing' dan listrik simulator, sudah di tahan di penjara Banten dengan vonis 6 tahun, denda sebesar Rp500 juta namun diganti dengan 6 bulan penjara. Kerugian negara Rp19.754.107.139, dimulai dari 21 Mei 2015.

Kasus Perdata yang menjadi kasus Pidana, karena merupakan masalah pembayaran pajak yang harus disetor ke negara, denda kerugian Rp19 miliar, sedangkan rekening PT Pasific di blokir KPK.

6. Marisi Matondang, Direktur Administrasi dan Direktur PT Mahkota Negara, kasus Proyek pengadaan alat kesehatan di Rumah Sakit Khusus Pendidikan Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana Tahun Anggaran 2009, sudah ditahan di penjara Tipikor KPK. Saat ini sedang menjalani persidangan dengan ancaman kerugian negara Rp7 miliar, ancaman penjara 4 tahun.

Dalam kasus ini, Marisi Matondang tidak menandatangani kontrak kerja proyek Udayana. Marisi Matondang menjadi tersangka Desember 2014, karena pada awalnya tidak mau bekerja sama dengan KPK untuk mengungkap kasus-kasus Nazaruddin. Nazaruddin tidak menjadi tersangka diproyek ini.

Marisi Matondang ditetapkan menjadi tersangka di KPK, selama 2 tahun nasibnya terkatung-katung, tahun 2017 baru masuk Pengadilan Tipikor Jakarta

7. Minarsih Direktur Marketing Permai Group, menjadi tersangka di 2 proyek pengadaan peralatan kesehatan dan laboratorium RS Tropik Infeksi di Universitas Airlangga tahap I dan II Tahun Anggaran 2010 di KPK, saat ini belum ada penahanan. Ancaman kerugian negara Rp17 miliar, dengan ancaman penjara 4 tahun

Dalam kasus ini Minarsih tidak menandatangani kontrak kerja proyek Inspeksi. Minarsih menjadi tersangka karena pada awalnya tidak mau bekerja sama dengan KPK untuk mengungkap kasus-kasus Nazaruddin. Minarsih menjadi tersangka di 2 proyek ini. Sedangkan Nazaruddin tidak menjadi tersangka di proyek ini.

8. Amin Andoko, Direktur Administrasi Permai Group dan Direktur PT Anugrah Nusantara, sedang DPO KPK dan Kepolisian, untuk kasus pembangunan pabrik alkes flu burung, dengan total anggaran sebesar Rp718 miliar dari tahun 2008 hingga 2011. proyek flu burung ada lanjutannya atau multi years dengan nilai Rp648 miliar, sehingga nilai proyek ini sebesar Rp1,4 triliun.

Laporan BPK menilai proyek ini total lost. Awalnya KPK yang menangani kasus ini, namun akhirnya Bareskrim Polri yang menyelesaikan. Supervisi di kasus ini tidak berjalan dengan baik. Bareskrim sudah mengajukan surat ke KPK untuk peminjaman alat bukti, tapi tidak mendapat jawaban dari KPK.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID