logo rilis
Cina Gelontorkan US$20 Juta untuk Vaksin Global
Kontributor
Elvi R
05 Juni 2020, 14:30 WIB
Cina Gelontorkan US$20 Juta untuk Vaksin Global
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Pemerintah Cina mengalokasikan dana sebesar US$20 juta atau sekitar Rp281 miliar untuk Aliansi Vaksin dan Imunisasi Global (GAVI) selama periode 2021-2025.

Perdana Menteri Li Keqiang saat menyampaikan pidato secara virtual pada KTT Vaksin Global 2020, Kamis (4/6/2020) mengatakan, langkah itu diambil untuk meningkatkan kerja sama vaksin COVID-19 secara global dalam pengembangkan vaksin COVID-19. Pemerintah Cina menilai ini sejalan dengan komitmen untuk menyediakan kebutuhan masyarakat global.

Para pengamat menilai kehadiran pejabat senior itu menunjukkan, Cina sangat mementingkan kerja sama dengan dunia di tengah pandemi. Di samping itu memang telah berkomitmen melindungi kehidupan umat manusia.

KTT tahun ini, yang diketuai oleh Inggris, telah berhasil menghimpun dana sekurang-kurangnya US$7,4 miliar atau sekitar Rp104 triliun untuk mendanai GAVI . Dana tersebut antara lain berasal dari Bill and Melinda Gates Foundation, WHO, dan Unicef.

Pada 2015, China mengubah perannya dari penerima manfaat menjadi kontributor, yang awalnya hanya menyumbang lima juta dolar AS atau sekitar Rp70 miliar.

GAVI telah bekerja membantu imunisasi masyarakat dari negara berpenghasilan rendah sejak 2000. Aliansi tersebut mendedikasikan diri dalam meningkatkan kerja sama global pengembangan vaksin COVID-19 dan mencari cara agar distribusinya lebih adil.

Terdapat 10 vaksin yang sedang diuji klinis dan 123 kandidat vaksin sedang menjalani evaluasi praklinis sebagaimana disebutkan dalam laporan terbaru WHO, Kamis (4/6).

Di antara 10 vaksin tersebut, lima di antaranya dikembangkan oleh Cina dan kini memasuki uji klinis tahap kedua.

Satu vaksin diregistrasi oleh pengembang dari Cina, Jerman, dan Amerika Serikat dan saat ini memasuki tahap pertama uji klinis.

Cina sedang berusaha mencari terobosan vaksin COVID-19, pola terapi, dan reagen alat tes. Sejauh ini, nilai investasi dari pemerintah dan perusahaan swasta di Cina telah mencapai empat miliar yuan (sekitar Rp7,8 triliun dan diperkirakan totalnya mencapai ¥10 miliar atau sekitar Rp19,7 triliun, kata PM Li seperti dikutip media resmi setempat.

Li menambahkan, Cina akan melakukan upaya terbaiknya untuk membantu beberapa negara terdampak COVID-19, khususnya negara berkembang. Guna memulihkan sosial dan ekonomi masyarakat akibat COVID-19 yang masih berlangsung, vaksin menjadi perisai utama menangkal virus, katanya.

Para pakar di Cina memperkirakan vaksin sudah bisa beredar luas sekitar Maret 2021.  

Sumber: Reuters/Antara




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID