Cerita Pendeta yang Bantuannya Ditarik Kembali oleh Pemkot Gunungsitoli - RILIS.ID
Cerita Pendeta yang Bantuannya Ditarik Kembali oleh Pemkot Gunungsitoli
Zulhamdi Yahmin
Kamis | 09/07/2020 21.05 WIB
Cerita Pendeta yang Bantuannya Ditarik Kembali oleh Pemkot Gunungsitoli
Ilustrasi: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta – Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui dinas sosial menarik kembali bantuan yang telah diberikan kepada para pendeta se-resort I Gunungsitoli terkait dampak pandemi COVID-19. Salah satunya juga dialami oleh Pendeta Rusmawali Zendrato. 

Kepada rilis.id, Pendeta Rusmawali menceritakan proses ditariknya bantuan terkait COVID-19 tersebut. Menurut Rusmawali, ditariknya bantuan itu lantaran dirinya kemudian menerima bantuan serupa dari pemerintah desa. 

Rusmawali menjelaskan, sejak awal saat menerima bantuan itu memang sudah ada syarat dari dinas sosial. Syarat itu yakni tidak menerima bantuan dari pemerintah desa. 

"Memang dalam persyaratan itu kan ada sepanjang tidak menerima bantuan dari desa. Saat itu memang nama saya belum ada di desa untuk menerima bantuan," kata Rusmawali saat dihubungi rilis.id, Kamis (9/7/2020). 

Selang beberapa hari kemudian, Rusmawali mendapatkan informasi bahwa dirinya terdata untuk menerima bantuan dari pemerintah desa. Ia pun langsung meminta agar namanya dicoret dari daftar penerima bantuan dari desa tersebut. 

"Saya sampaikan ke aparat desa kalau saya dapat dari kota. Tapi tidak bisa diubah lagi data itu. Saya konfirmasi ke sinode kemudian ke dinas sosial," ujar Rusmawali. 

Dia kemudian meminta kepada Dinas Sosial Kota Gunungsitoli untuk mengembalikan bantuan tersebut lantaran sudah dapat dari pemerintah desa. 

"Saya bilang ke petugas saya mau mengembalikan (bantuan)," tuturnya. 

Setelah kejadian itu, kata Rusmawali, Dinas Sosial Kota Gunungsitoli kemudian memerintahkan kepada para pendeta lainnya untuk mengembalikan bantuan yang telah diberikan. Menurutnya, para pendeta juga cukup banyak yang menerima bantuan itu. 

" Lumayan banyak para pendeta yang menerima. Ya terkejut juga. Yang lain-lain yang sudah menerima memang ada perintah untuk mengembalikan," paparnya.

Dikritik DPRD

DPRD Gunungsitoli mengaku kecewa dengan pemerintah kota yang menarik kembali bantuan yang telah diberikan kepada para pendeta tersebut. 

Menurut Wakil Ketua DPRD Gunungsitoli, Herman Jaya Harefa, mestinya pemkot tidak menarik kembali bantuan tersebut meskipun dengan alasan tidak sesuai aturan.

"Jika pun tidak masuk kriteria, jangan sampai ditarik, pemerintah kota harus menangunggungnya, bisa patung-patungan. Bahkan saya sendiri siap mengambil bagian," kata Herman dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/7/2020). 

Dia menilai, bantuan yang diberikan kepada para pendeta itu sudah tepat lantaran mereka juga turut terdampak COVID-19. Menurutnya, hampir tiga bulan para pendeta itu tidak memimpin ibadah di gereja-gereja karena adanya COVID-19. 

"Sebelumnya pada rapat pansus COVID-19 dengan dinas sosial, saya sudah sampaikan agar penyaluran yang tidak tepat sasaran termasuk kepada para pendeta jangan ditarik, jangan sampai pemerintah membukan aib dengan mempertontonkan birokrasi yang amburadul, itu bahasa saya kepada dinas sosial pada rapat pansus DPRD Kota Gunungsitoli," jelas Herman. 

Herman mengungkapkan, para pendeta selama ini tidak pernah meminta bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah. Namun, pemerintah yang berinisiatif memberikan, sehingga tidak boleh terjadi penarikan.

"Informasi yang saya dapatkan, biaya materai sampai dibebankan kepada penerima. Saya menyarankan, pemerintah kota Gunungsitoli segera menyelesaikan masalah ini, pemerintah harus menanggung anggaran itu, harus ada kebijakan dari pemerintah kota," tandasnya. 


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID