Busyro Muqoddas Sebut Jokowi Tidak Menghargai Pegawai KPK - RILIS.ID
Busyro Muqoddas Sebut Jokowi Tidak Menghargai Pegawai KPK

Kamis | 04/05/2017 20.03 WIB
Busyro Muqoddas Sebut Jokowi Tidak Menghargai Pegawai KPK
Busyro Muqoddas. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menilai sikap Jokowi yang tak merespon usulan pembentukan tim investigasi gabungan untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, menjelaskan bahwa Presiden tidak menghargai pegawai KPK.

"Itu tidak menghargai, bukan hanya tidak merespon. Presiden tidak menghargai pegawai KPK," ujar Busyro di Gedung Komisi Yudisial, Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Padahal usulan pembentukan tim investigasi gabungan antara Polisi, KPK, dan masyarakat sipil, telah disampaikan para mantan pimpinan KPK bersama sejumlah pegiat anti korupsi dan wadah pegawai KPK kepada Presiden dan Pimpinan KPK.

"Harusnya aspirasi itu direspon oleh Presiden dan pimpinan KPK. Dua-duanya tidak menghargai pegawai KPK, ini aneh banget," tandas Busyro.

Menurut Busyro, teror yang menimpa Novel menjadi sinyal bahwa teror akan terus mengancam pegawai KPK. "Kalau pimpinan KPK (menjabat) cuma empat tahun. Tapi yang permanen kan pegawai KPK," jelasnya.

Meskipun tidak optimis, namun Busyro tetap mengingatkan bahwa kasus ini harus terungkap. Jika tak terungkap, sangat mungkin kejadian teror akan kembali terulang.

"Banyak yang khawatir kalau ini tidak sunguh siungguh (diungkap) akan terjadi kasus lain lagi," pungkasnya.

Hingga saat ini, polisi belum berhasil menemukan pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan pada 11 April lalu.


Tags
#Busyro Muqoddas
#KPK
#Novel Baswedan
#Jokowi
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID