logo rilis
Bukan Cuma soal Gizi, Begini Penjelasakan Ahli Tentang 'Imun Booster' untuk Tangkal Corona
Kontributor
Elvi R
14 April 2020, 18:30 WIB
Bukan Cuma soal Gizi, Begini Penjelasakan Ahli Tentang 'Imun Booster' untuk Tangkal Corona
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supartman

RILIS.ID, Jakarta— Praktisi gizi klinik dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc., SpGK, mengungkapkan, untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh atau imun tidak hanya membutuhkan makanan dan minuman. Tetapi juga ada faktor-faktor lain yang turut berkontribusi.

Dia mengatakan, di tengah pandemi ini banyak hoaks terkait gizi. Akibatnya, muncul fenomena ‘panic buying’ sehingga membuat beberapa bahan pangan tertentu menjadi langka dan harganya makin mahal.

“Padahal, sistem imun kita tidak hanya bergantung pada sisi gizi, tetapi ada faktor luar lainnya,” ungkap dr. Tirta dalam diskusi virtual, Senin (13/4/2020) dengan tema “Membangkitkan Solidaritas Di Tengah Kesulitan” yang diselenggarakan oleh Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Komunitas Literasi Gizi, dan Departemen Kesehatan BPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).

Menurut dr. Titra, sistem kekebalan tubuh sangat penting untuk melindungi diri dari serangan virus di tengah pandemi corona virus disiase (covid-19). Sistem kekebalan tubuh atau imun, sering dikaitkan nilai gizi yang diperoleh dari asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Namun, sejatinya ada faktor luar yang menunjang, salah satunya adalah stress.

Stres menjadi pemicu atau trigger yang berdampak buruk pada sistem kekebalan tubuh atau imun. Apalagi, kondisi stres sekarang ini tidak dapat dihindari di tengah pandemi COVID-19 ini. Selain faktor stres, kebiasaan merokok, dan kurang beristirahat, merupakan faktor pemicu lain yang berdampak negatif terhadap sistem kekebalan tubuh atau imun.

“Jadi, kurangi trigger sebesar mungkin. Jika Anda merokok, maka kurangi merokok, kalau suka begadang dan kurang cukup tidur, sebaiknya ditambah waktu tidurnya, dan cukup istirahat. Jangan memperberat sistem imun kita dengan trigger itu,” katanya.

Terkait asupan gizi, dr. Tirta menyarankan untuk memenuhi asupan gizi yang seimbang. Jika merasa kurang cukup mendapatkan gizi harian, maka dibolehkan untuk mengonsumsi suplemen multivitamin.

Berjemur dan Bergerak Sehatkan Tubuh

Sementara itu, Mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Zaenal Abidin mengatakan, berolahraga ringan dan berjemur turut membantu meningkatkan imun tubuh. Aktivitas di luar rumah dapat dilakukan pada pagi hari sebelum melaksanakan kegiatan lain dari rumah.

"Saya juga mengikuti pendapat banyak sejawat dokter. Jadi saya sendiri keluar berjemur, beraktivitas di luar rumah sekitar jam 9 atau 10 sampai 11.00 WIB. Setidaknya saya olah raga dan berharap dapat sinar mata hari atau sinar ultra violet. urus tanaman atau apalah," ujarnya kepada rilis.id, di Jakarta, Selasa (14/4/2020).

Dia menuturkan pagi menjadi waktu tepat untuk bergerak atau berolahraga karena sinar matahari tidak terlalu terik. 

"Karena jika terlalu siang bisa menjadi karsinogenik. Saya sering keluar pukul 09:30 WIB, dan juga tidak berlama-lama," ungkap dr. Zaenal.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID