BPN Desak KPU 'Bongkar' Pengakuan Bowo Sidik soal Nusron - RILIS.ID
BPN Desak KPU 'Bongkar' Pengakuan Bowo Sidik soal Nusron
Zulhamdi Yahmin
Rabu | 10/04/2019 19.01 WIB
BPN Desak KPU 'Bongkar' Pengakuan Bowo Sidik soal Nusron
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta – Tersangka kasus dugaan suap, Bowo Sidik Pangarso, menyeret nama Nusron lantaran memintanya untuk menyiapkan amplop untuk serangan fajar. 

Menanggapi itu, Sekretaris Direktorat Hukum dan Advokasi BPN Prabowo-Sandi, Habiburokhman, mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk tidak lamban dalam merespons pengakuan Bowo tersebut. 

"Karena sejak awal dikatakan ada uang Rp8 miliar, ada 400 ribu amplop yang disediakan untuk serangan fajar. Baru disampaikan yang perintahkan Pak Nusron Wahid," kata Habiburokhman saat menjadi pembicara dalam diskusi publik Topic of The Week bertajuk “Kampanye 02 Sering Diganggu: Tegakkan Fair Play!” di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Jakarta, Rabu (10/4/2019). 

Ketua DPP Partai Gerindra itu mempertanyakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang masih lambat dalam merespons pengakuan Bowo. Padahal menurutnya, apa yang disampaikan Bowo itu bisa menjadi bukti awal dalam dugaan pelanggaran Undang-Undang Pemilu. 

"Kita enggak perlu lapor sebetulnya. Mereka miliki kewenangan untuk menindaklanjuti. Kurang signifikan apa ini?" tanya dia. 

"Ada 400 ribu amplop itu berarti kan menargetkan 400 ribu suara. Bisa 3 sampai 4 kali lipat suara caleg. Hampir enggak mungkin untuk caleg secara personal. Setidaknya mungkin dia bertangugung jawab di dapilnya dalam kaitannya dengan pilpres," sambungnya.

Dia menegaskan, keyakinannya itu berdasarkan karena Pemilu yang diselenggarakan secata serentak antara pileg dan pilpres. 
 
"Kemudian disebut adanya cap jempol yang sekarang diasosiasikan sebagai gestur paslon 01, kenapa temuan ini tidak ditindaklanjuti oleh 01. Bahkan paslon 01 berkepentingan untuk diusut," tandasnya. 

Editor Sukma Alam


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID