logo rilis
BNPB: Banyak Korban Belum Teridentifikasi
Kontributor

01 Oktober 2018, 10:00 WIB
BNPB: Banyak Korban Belum Teridentifikasi
Daftar korban sementara gempa di Palu. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, memperkirakan jumlah korban gempa bumi dan tsunami yang mengguncang Palu dan Donggala, Sulawesi Barat akan terus bertambah karena masih banyak korban yang belum teridentifikasi, tertimbun dan daerahnya belum dijangkau tim SAR.

Salah satunya di pusat perbelanjaan terbesar di Kota Palu, Mal Tatura yang terletak di Jalan Emy Saelan yang ambruk sebagian akibat gempa berkekuatan 7,7 skala richter, Jumat (28/9/2018) kemarin. 

Diduga, masih ada puluhan hingga seratusan orang yang terjebak dan belum dievakuasi dalam mal empat lantai tersebut. 

Kemudian, di Hotel Roa-Roa yang berada di Jalan Pattimura, Kota Pali. Hotel berlantai delapan dengan 80 kamar ini juga rata dengan tanah.

Berdasarkan informasi, 76 kamar terisi oleh tamu hotel yang menginap dan diperkirakan terjebak dalam reruntuhan hotel. 

Per 30 September 2018, BNPB merilis 832 korban tewas telah teridentifikasi, dengan rincian 821 korban meninggal di Palu sementara di Donggala terdapat 11 orang.

Selain itu, terdapat 540 orang dirawat di rumah sakit di Palu dan 16.732 jiwa mengungsi di 24 titik.

Sutopo mengatakan, saat ini Tim SAR gabungan masih mengevakuasi korban gempa dan tsunami di kedua wilayah tersebut. 

Kendala seperti padamnya aliran listrik dan alat berat yang terbatas menghambat proses evakuasi korban. 

BNPB sendiri akan memprioritaskan tiga hal untuk penanganan gempa dan tsunami di dua lokasi tersebut, di antaranya terkait pasokan bahan bakar minyak (BBM) di empat wilayah tersebut yang digunakan untuk mendukung mobilitas dan menghidupkan genset untuk mengalirkan saluran listrik yang lumpuh total.

Kemudian mempercepat pemulihan listrik berkoordinasi dengan PLN agar jaringan listrik segera diperbaiki dengan target pengerjaan selama tiga hari.

Prioritas selanjutnya yaitu mempercepat jaringan komunikasi Tolitoli, Poso, Kota Palu dan Donggala yang sampai saat ini masih belum pulih. 

"Apalagi di Kabupaten Donggala yang putus total," pungkas Sutopo Purwo Nugroho. 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID