logo rilis
Blunder Sampaikan Perkembangan COVID-19, Pemerintah Dinilai Perlu Benahi Komunikasi
Kontributor
Nailin In Saroh
30 Maret 2020, 14:00 WIB
Blunder Sampaikan Perkembangan COVID-19, Pemerintah Dinilai Perlu Benahi Komunikasi
Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina menilai pemerintah perlu membenahi manajemen komunikasi politik dengan berbicara taktis dan terukur terkait penanganan wabah COVID-19. Menyusul pernyataan Jubir pemerintah untuk penanganan COVID-19 yang akhir-akhirnya ini dinilai blunder. 

"Informasi dari Pemerintah itu harus bikin situasi jadi jelas, bukan malah keruh," ujar Selly dalam keterangannya, Senin (30/3/2020).

Menurut politisi PDIP ini, pemerintah harus memiliki manajemen komunikasi politik yang deliberatif. Artinya pemerintah harus dapat mengatur dan memastikan masyarakat tenang, tidak panik, merasa berdaya karena kebijakan dan bukan merasa tertekan. 

"Ini perlu dibenahi. Biar jadi satu kesatuan gerak dalam darurat bencana, masyarakat digandeng dengan kebijakan," tegas Selly.

Selly menjelaskan, hal tersebut akan mempersempit ruang bagi berbagai pihak untuk memanfaatkan momen krisis yang terjadi saat ini untuk mendapatkan keuntungan tertentu. Ia mengimbau aparat juga harus bersikap tegas dan memastikan penegakan hukum berjalan maksimal.

Anggota komisi yang membidangi sosial agama dan kebencanaan ini juga meminta pemerintah membangun sinergi yang kuat dengan daerah begitu juga sebaliknya. Menurut Selly, hal itu penting guna memperlancar fungsi koordinasi. 

"Karena kunci manajemen krisis adalah pelibatan semakin banyak komponen," katanya. 

Pemerintah, lanjut Selly, juga perlu menyiapkan langkah-langkah manajemen krisis berkenaan dengan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Menurutnya, manajemen krisis nasional yang paling penting yakni percepatan kualitas dan kuantitas fasilitas kesehatan (faskes). 

Dia menambahkan, pemerintah juga harus menyediakan paket kebijakan ekonomi guna mensubtitusi pendapatan rakyat. Disaat yang bersamaan, pemerintah juga harus menemukan cara untuk menjaga derek angka inflasi, terlebih memasuki Ramadhan nanti.

"Masyarakat juga perlu dilibatkan dengan peningkatan kesadaran dalam menghadapi hadapi wabah ini. Keterlibatan masyarakat merupakan bagian implementasi dari kebijakan pemerintah," tandas Selly. 

Sebelumnya, pernyataan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto saat mengumumkan informasi perkembangan kasus virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 sempat menjadi polemik. Pasalnya, imbauan yang diserukannya menimbulkan ketersinggungan golongan. 

"Yang kaya melindungi yang miskin agar bisa hidup dengan wajar, dan yang miskin melindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakitnya. Ini menjadi kerja sama yang penting," kata Achmad Yurianto seperti yang dilansir dari tayangan Kompas TV pada menit ke 22:40, Jumat (27/3).  

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID