Biosoy, Kedelai Berbiji Besar yang Adaptif di Kalteng - RILIS.ID
Biosoy, Kedelai Berbiji Besar yang Adaptif di Kalteng
Elvi R
Kamis | 25/07/2019 21.30 WIB
Biosoy, Kedelai Berbiji Besar yang Adaptif di Kalteng
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Tengah sukses melakukan pengujian adaptasi kedelai berbiji besar atau yang disebut Biosoy di lahan tadah hujan Kalimantan Tengah, hal tersebut disampaikan Kepala BPTP Kalteng, Dr. Fery F. Munier saat melakukan panen perdana kedelai biosoy di lahan demplot seluas 1,5 ha milik Ansory petani Desa Malintut, Kecamatan Raren Batuah, Kabupaten Barito Timur (24/7/2019).  

Menurut Munier,  Kedelai Biosoy merupakan Varitas Unggul Baru (VUB) Badan Litbang yang memiliki potensi hasil dan berbiji lebih besar daripada varietas Anjasmoro dan Grobogan. VUB kacang kedelai Ini dihasilkan melalui penelitian Balai Besar Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB Biogen) yang melakukan perbaikan genetik kedelai. Ada dua jenis kedelai yang dilepas oleh Pusat Perlidungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian RI, yaitu Biosoy 1 dan Biosoy 2. Peresmiannya diperkuat dengan SK. Menteri Pertanian No 343/Kpts/TP.010/05/2018 dan No 344/Kpts/TP.010/05/2018.

“Kita mengujikan Biosoy 2 ternyata hasilnya sangat menjanjikan, hasil ubinan BPS menunjukkan 3,2 ton per hektare", ujarnya.

Ansory (47 tahun), petani pelaksana kegiatan mengungkapkan keinginannya untuk mengembangkan kedelai Biosoy ini.

“Perawatanya mudah dan hasil kacangnya sangat besar-besar dari kedelai biasanya”, ujarnya.

Menurutnya biosoy 85 hari sudah bisa dipanen.

“Kendalanya hanya serangan ulat grayak, tetapi dapat diatasi dengan pengendalian HPT terpadu”, ungkapnya. 

Sementara itu Dr. Susilawati dan Dr. Twenty Liana, Peneliti agronomi BPTP Kalteng mengatakan bahwa Biosoy yang ditanam di Kalteng ini adalah varietas kedelai kelas benihnya label kuning, sehingga masih dapat diturunkan atau ditanam sampai tujuh kali sebagai sumber benih.  Menurut mereka, potensi hasil antara Biosoy 1 dan 2 adalah 3,3 ton per hektar dan Biosoy 2 adalah 3,5 ton per hektar. Potensi hasil ini lebih besar sekitar 20 persen dari varietas Grobogan dan sekitar 18 persen dari varietas Anjasmoro. Ukuran Biosoy 1 dan 2 jauh lebih besar dibanding Anjasmoro 16,14 gram per100 biji dan juga lebih besar dari Grobogan 20,72 gram per 100 biji. Varietas Biosoy 1 dan Biosoy 2 juga memiliki diameter batang yang lebar. Kalau kita sudah bisa panen ubinan 3,2 ton per hektare tentunya ini merupakan peluang untuk pengembangan kedelai di Kalteng yang perlu disinergikan dengan program Dinas Pertanian di Kalimantan Tengah.

Sumber Dedy Irwandi/Balitbangtan


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID