logo rilis
Bertemu Dubes AS untuk Indonesia, Ketua MPR Dorong Kerjasama Pengadaan Vaksin COVID-19
Kontributor
Nailin In Saroh
20 Januari 2021, 22:00 WIB
Bertemu Dubes AS untuk Indonesia, Ketua MPR Dorong Kerjasama Pengadaan Vaksin COVID-19
Ketua MPR Bambang Soesatyo saat bertemu Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, H.E. Mr. Sung Yong Kim, di Ruang Kerja Ketua MPR RI, di Jakarta, Selasa (19/1/2021). FOTO: MPR RI

RILIS.ID, Jakarta— Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong terwujudnya kerjasama perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, Pfizer dan Moderna, untuk turut mendistribusikan vaksinnya ke Indonesia. Dari pembicaraan produktif dengan Pfizer, Indonesia menargetkan mendapatkan sekitar 50 juta dosis, yang diestimasikan datang pada April 2021. Sementara dengan Moderna, proses pembicaraan masih terus dilakukan.

"Vaksin dari Pfizer maupun Moderna juga sudah mendapatkan izin edar penggunaan darurat dari Food and Drug Administration (FDA)/Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat. Serta sudah digunakan untuk memvaksinasi rakyat Amerika Serikat. Termasuk Presiden terpilih Joe Biden yang disuntik vaksin Pfizer, dan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris yang disuntik vaksin Moderna," ujar Bamsoet usai bertemu Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, H.E. Mr. Sung Yong Kim, di Ruang Kerja Ketua MPR RI, di Jakarta, Selasa (19/1/2021).

Ketua DPR RI ke-20 ini mengungkapkan, Johnson and Johnson melalui unit perusahaan Janssen Pharmaceutica juga sudah siap memproduksi massal vaksin COVID-19. Kemungkinan izin penggunaan daruratnya akan diajukan pada Februari 2021 ke FDA.

"Jika disetujui, akan semakin menambah banyak perusahaan farmasi asal Amerika yang bisa memproduksi vaksin. Tentunya sangat bagus bagi dunia, karena memiliki banyak amunisi melawan virus COVID-19. Jika memungkinkan, Indonesia akan turut bekerjasama dengan Johnson and Johnson dalam pengadaan vaksin," ungkap Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menjelaskan, sama halnya dengan Indonesia, walaupun sudah mulai melakukan vaksinasi terhadap rakyatnya, Amerika Serikat juga masih 'berperang' menghadapi lonjakan penyebaran virus COVID-19. Berdasarkan data worldmeters Coronavirus, per 19 Januari 2021, Amerika Serikat masih berada di posisi pertama negara dengan penyebaran virus Covid terbanyak di dunia.

"Memiliki populasi penduduk sekitar 332.071.530 jiwa, Amerika Serikat menghadapi sekitar 24.628.584 kasus positif COVID-19. Penambahan per tanggal 19 Januari ini mencapai 2.143 kasus baru. Dengan total kematian mencapai 408.628 jiwa," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, sebagai sahabat, Indonesia berharap keberadaan berbagai produsen vaksin asal Amerika Serikat tersebut, bisa segera mengendalikan penyebaran COVID-19 di Amerika Serikat. Terlebih Presiden terpilih Amerika Serikat yang akan dilantik pada 20 Januari 2021, Joe Biden, memiliki target per harinya Amerika Serikat harus bisa memvaksin 1 juta warga.

"Selain membantu negaranya mengendalikan vaksin, para produsen vaksin tersebut juga harus membantu berbagai negara dunia lainnya. Sebagaimana sering diingatkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), distribusi vaksin harus dilakukan secara adil ke berbagai negara. Sehingga dunia bisa segera mengakhiri pandemi COVID-19 secara bersama-sama," pungkas Bamsoet.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID