logo rilis
Bertambah Lima, Total sudah 20 Provinsi Berlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat
Kontributor
RILIS.ID
06 April 2021, 13:07 WIB
Bertambah Lima, Total sudah 20 Provinsi Berlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Masa pelaksanaan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro atau PPKM mikro diperpanjang terhitung mulai hari ini hingga 19 April nanti.

Bahkan pemerintah telah memperluas PPKM mikro tahap kelima di lima provinsi. Yakni Aceh, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Utara, dan Papua.

Pada periode sebelumnya, PPKM mikro telah dilaksanakan di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Perpanjangan PPKM mikro tersebut telah ditindaklanjuti Mendagri Tito Karnavian melalui instruksinya Nomor 7 Tahun 2021.

Dalam instruksinya yang dikutip dari laman Setkab, sebanyak 20 provinsi dapat menetapkan dan menambah prioritas wilayah pembatasan pada masing-masing kabupaten dan kotanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional mengatakan, penambahan lima daerah tersebut dilakukan berdasarkan parameter yang ada sebelumnya.

"Pemerintah memperbesar provinsi yang ikut PPKM (mikro), yaitu dengan data yang ada baik itu terkait dengan kasus sembuh, meninggal, aktif, kemudian total kumulatif kasus maka pemerintah menambahkan lima daerah lagi yaitu Kalimantan Utara, Aceh, Sumatera Selatan, Riau, dan Papua. Sehingga secara keseluruhan yang ikut PPKM ada 20 provinsi,” ujarnya, pada Senin (5/4/2021).

Berdasarkan instruksi Mendagri, PPKM Mikro dilakukan dengan mempertimbangkan kriteria zonasi pengendalian wilayah hingga ke tingkat RT.

Sementara, bagi wilayah di luar 20 daerah tersebut diminta untuk tetap memperkuat, meningkatkan sosialisasi dan penegakan hukum terhadap pelanggar protokol kesehatan Covid-19.

Airlangga memaparkan, berbeda dengan periode sebelumnya, pada PPKM Mikro periode kelima ini pemerintah memperkecil kriteria zonasi pengendalian wilayah hingga ke tingkat RT.

Berdasarkan kriteria tersebut maka zona merah ditetapkan jika terdapat lebih dari lima rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT, zona oranye 3-5 rumah, zona kuning 1-2 rumah, sementara zona hijau jika tidak ada kasus konfirmasi positif dalam satu RT.

"Kriteria ini diperbaiki karena kita ingin melihat bahwa yang terkait dengan penularan Covid-19 lebih dicegah lagi,” tandasnya. (*)

Editor: Segan Simanjuntak


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID