Benarkah Jokowi Berbohong di Forum Internasional? - RILIS.ID
Benarkah Jokowi Berbohong di Forum Internasional?

Kamis | 04/05/2017 17.57 WIB
Benarkah Jokowi Berbohong di Forum Internasional?
Presiden Jokowi. FOTO: Reuters

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat ekonomi Jake Van Der Kamp menilai Presiden Jokowi berbohong dalam Forum Bisnis Indonesia-Hong Kong, di Hotel Conrad, Hong Kong, Senin (1/5) lalu, ketika mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia peringkat tiga dunia, setelah India dan Cina.

Dalam kolom opini bisnisnya, edisi 1 Mei di South China Morning Post, Jake menulis "Opinion: Sorry President Widodo, GDP Ranking are Economists' Equivalent of Fake News," sembari mengutip pernyataan Jokowi "Indonesia's economic growth is the third in the world after India and China." 

Jake menambahkan, “Third in the world, is it? What world is that?” 

Selanjutnya Jake memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di kisaran 5,02 persen itu hanya berada di urutan ke-13. Urutan tersebut pun bukan dunia tetapi di kawasan Asia. 

Jake lalu merunut negara yang masuk 12 besar dalam pertumbuhan ekonomi Asia, masing-masing, India 7,5 persen, Laos 7,4 persen , Myanmar 7,3 persen, Kamboja 7,2 persen, Bangladesh 7,1 persen, Filipina 6,2 persen, China 6,7 persen, Palau 5,5 persen, dan Timor Leste 5,5 persen.
Mengakhiri tulisannya, Jake menegaskan, "Don't let the facts get in way of good story."

Menanggapi opini Jake tersebut, mantan Anggota Komisi III DPR, Djoko Edhi Abdurrahman, mengaku merasa tertampar sebagai orang Indonesia, sekaligus prihatin terhadap Jokowi karena diberi data oleh para pembatunya yang 'debatable' untuk disajikan di forum internasional.

“Siapa yang memberi data yang 'debatable' saat Jokowi kunjungan ke Hong Kong? Para menteri terkait harus menjelaskan dan bertanggung atas data yang dibantah pengamat ekonomi internasional tersebut,” kata Djoko melalui siaran tertulisnya, yang diterima rilis.id, Kamis (4/5/2017). 

Djoko mengingatkan bahwa Presiden Clinton diimpeach bukan karena blowjob dengan Lewinsky, melainkan karena berdusta!

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta agar Van Der Kamp membaca dan melihat terlebih dahulu ekonomi Indonesia sebelum berkomentar. 

Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, pernyataan Presiden Jokowi dalam konteks ekonomi Indonesia terbesar di negara-negara anggota G 20. "Beliau (Jokowi) mengatakan dalam negara-negara G 20 emerging market," imbuh Sri Mulyani.


Tags
#Jokowi
#Sri Mulyani
#Forum Bisnis Indonesia-Hong Kong
#Jake Van Der Kamp
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID